Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Kediri terus memantau kondisi 71 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bumi Panjalu yang saat ini tersebar di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Pemantauan intensif ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga Kediri yang bekerja di luar negeri.

Kepala Disnaker Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, menjelaskan bahwa kewenangan pemerintah daerah lebih banyak berfokus pada tahap pra-penempatan dan pasca-penempatan PMI. Sementara itu, penanganan PMI yang sudah berada di negara tujuan menjadi domain pemerintah pusat melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Meskipun demikian, Disnaker Kabupaten Kediri tetap aktif menjalin koordinasi dengan pihak terkait, khususnya KP2MI dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). “Kalau sudah tahap penempatan, itu menjadi domain kewenangan KP2MI dan Kementerian Luar Negeri. Kami biasanya menunggu informasi dari pusat, tetapi tetap aktif berkoordinasi, terutama dengan KP2MI,” jelas Ibnu.

Ibnu menambahkan, jika terjadi peningkatan situasi di negara penempatan yang berpotensi mengharuskan pemulangan PMI, pemerintah daerah akan dilibatkan. Keterlibatan tersebut mencakup proses pendataan hingga fasilitasi pemulangan ke daerah asal.

Pemerintah daerah siap memberikan fasilitasi yang dibutuhkan, seperti berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menjemput PMI di titik kedatangan, misalnya di Surabaya, sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing.

Sebagai langkah antisipasi kondisi darurat, Disnaker Kabupaten Kediri juga telah menyebarkan informasi nomor darurat atau call center bagi PMI di beberapa negara Timur Tengah melalui media sosial. “Informasi call center kedaruratan untuk PMI di beberapa negara seperti Arab Saudi dan Qatar sudah kami sebarkan melalui media sosial. Harapannya, jika ada situasi darurat, para pekerja migran bisa segera menghubungi layanan tersebut,” ujar Ibnu.

Hingga saat ini, Disnaker Kabupaten Kediri memastikan belum menerima laporan dari PMI maupun keluarga terkait permasalahan yang dialami pekerja migran asal Kediri di luar negeri. “Belum ada laporan sampai saat ini. Kalau ada tentu kami juga akan segera bergerak,” tegas Ibnu.

Berdasarkan data Disnaker Kabupaten Kediri, dalam dua tahun terakhir (2024-2025), tercatat 71 PMI asal Kabupaten Kediri bekerja di kawasan Timur Tengah. Rinciannya, 55 orang pada tahun 2024 dan 16 orang pada tahun 2025.

Sebaran PMI di Timur Tengah

Negara tujuan terbanyak adalah Qatar dengan total 40 pekerja migran (37 orang pada 2024 dan 3 orang pada 2025). Disusul Turki sebanyak 16 orang (4 orang pada 2024 dan 12 orang pada 2025), Arab Saudi sebanyak 11 orang (10 orang pada 2024 dan 1 orang pada 2025), serta Uni Emirat Arab sebanyak 4 orang.

Negara TujuanJumlah PMI (2024)Jumlah PMI (2025)Total PMI
Qatar37340
Turki41216
Arab Saudi10111
Uni Emirat Arab404
Total551671