Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) mulai melakukan observasi terhadap kegiatan belajar mengajar (KBM) dan mengecek kondisi pendidikan pada sejumlah sekolah di wilayah terpencil Pinembani. Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas layanan pendidikan di daerah tersebut.

Kepala Disdikpora Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, menyatakan bahwa pihaknya telah menyisir sekolah-sekolah di wilayah terpencil. “Jadi Dinas Pendidikan setempat sudah mulai menyisir sekolah-sekolah di wilayah terpencil untuk melihat secara langsung fasilitas dan proses belajar mengajar, khususnya Kecamatan Pinembani,” kata Ansyar saat dihubungi awak media di Banawa, Minggu (26/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Ansyar mengemukakan bahwa terdapat sejumlah sekolah yang memerlukan perhatian dan dukungan pemerintah daerah dalam melengkapi fasilitas sarana prasarana. Observasi ini juga mencakup kegiatan pembelajaran. “Kami juga melakukan observasi terhadap kegiatan pembelajaran sebagai bahan penyusunan perencanaan pendidikan di masa mendatang di Kabupaten Donggala,” ucapnya.

Ansyar turut menyampaikan apresiasi kepada para guru yang bertugas di Kecamatan Pinembani atas dedikasi dan profesionalisme mereka dalam membimbing peserta didik. Meskipun demikian, ia mengakui masih ada aspek yang perlu diperbaiki. “Tentunya ke depan masih ada beberapa aspek untuk diperbaiki dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Donggala,” katanya.

Seluruh hasil kunjungan di Pinembani akan dijadikan dasar untuk merumuskan program pendidikan yang lebih tepat sasaran, dengan mempertimbangkan kondisi geografis wilayah. Salah satu kendala utama yang disoroti adalah akses jalan menuju sekolah. “Salah satu aspek utama perlu diperbaiki yakni akses jalan menuju sekolah yang masih menjadi kendala disebabkan medan yang sulit,” kata Ansyar.

Berdasarkan data dari Disdikpora Donggala, total jumlah sekolah di daerah tersebut mencapai 503 unit. Rinciannya terdiri atas 376 sekolah dasar (SD) dan 127 sekolah menengah pertama (SMP).