PT KAI Logistik (Kalog), anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (Persero), secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Bogantara Indo Transport (Bogantara) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Kamis (7/5) lalu. Kolaborasi ini menandai langkah ekspansif Kalog dalam memperluas layanan distribusi logistik nasional, khususnya untuk komoditas hasil bumi dan hewan ternak.

Direktur Utama Kalog, Yuskal Setiawan, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan untuk memperkuat rantai pasok sektor peternakan dan pangan nasional. “Langkah ini sejalan dengan tujuan perusahaan untuk menjadi penyedia solusi logistik terintegrasi. Juga sejalan dengan visi untuk menjadi perusahaan total logistics solution, melalui layanan Kalog Plus berupaya menghadirkan solusi logistik yang mampu memenuhi kebutuhan pengiriman multikomodiitas dalam jumlah besar, termasuk sumber daya pangan hasil bumi dan ternak,” terang Yuskal dalam keterangannya, Selasa (12/5).

Bidik Komoditas Baru dan Inovasi Gerbong Khusus

Yuskal menambahkan, pengiriman hewan ternak menjadi komoditas baru yang cukup menantang bagi perusahaan. Hal ini mendorong Kalog untuk berinovasi dalam mengembangkan layanan, termasuk modifikasi gerbong pengangkut khusus berupa kontainer yang disesuaikan untuk pengangkutan dalam jumlah besar.

Kerja sama perdana ini diharapkan dapat membuka peluang baru dalam meningkatkan efisiensi distribusi dan mobilitas komoditas pangan. Terutama dari daerah penghasil menuju pusat permintaan, sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam mendukung ketahanan pangan sebagaimana tertuang dalam visi penguatan ekonomi nasional dan semangat Asta Cita.

“Distribusi pangan yang andal menjadi salah satu fondasi penting dalam memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok secara merata dan berkelanjutan,” jelas Yuskal.

Rute Awal Jawa Timur-Jakarta, Prioritaskan Sapi

Pada tahap awal implementasi, penjajakan bisnis ini akan difokuskan pada pengiriman hewan ternak berupa sapi. Rute yang dipilih adalah dari Jawa Timur menuju Jakarta, dengan operasional dipusatkan dari Stasiun Ketapang, Banyuwangi, menuju Stasiun Jakarta Gudang.

Meskipun dimulai dengan pengiriman sapi, kedua belah pihak membuka peluang lebar untuk memperluas cakupan kerja sama ke berbagai jenis bahan pangan maupun hewan ternak lainnya, menyesuaikan dengan dinamika kebutuhan pasar dan mitra bisnis.

Keunggulan Kereta Api untuk Distribusi Ternak

Penggunaan moda transportasi kereta api untuk pengiriman hewan ternak menawarkan keunggulan kompetitif yang signifikan dibandingkan moda darat lainnya. Yuskal membeberkan beberapa keunggulan tersebut:

  • Kapasitas Besar: Dalam satu rangkaian perjalanan, kereta api mampu mengangkut jumlah yang jauh lebih besar. “Dengan estimasi kapasitas satu gerbong dapat menampung 14 hingga 18 ekor sapi, sehingga dalam satu kali perjalanan, minimal sekitar 280 ekor dapat terdistribusi secara sekaligus,” ujarnya.
  • Efisiensi Waktu: Layanan ini menawarkan efisiensi waktu dengan estimasi pengiriman hanya 26 jam. Waktu ini jauh lebih singkat dibandingkan moda darat yang sering dihadapkan pada kondisi jalan beragam.
  • Kesejahteraan Hewan: Durasi perjalanan yang singkat menjadi faktor krusial bagi animal welfare, karena mampu membuat kondisi ternak tetap stabil, minim stres, serta menjaga kesehatan hingga tiba di lokasi tujuan.
  • Standar Tinggi: Keunggulan ini dibarengi dengan standar keamanan, keselamatan, dan ketepatan waktu yang tinggi, serta komitmen pada prinsip green logistics guna memastikan kualitas ternak tetap prima saat sampai di lokasi tujuan.

Sebagai langkah lanjutan, Kalog berkomitmen untuk melakukan evaluasi dan pengembangan berkelanjutan terhadap skema operasional dan layanan ini guna memastikan standar kualitas dan keselamatan tetap terjaga. “Kami juga berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan logistik yang adaptif terhadap kebutuhan industri, sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai solusi distribusi logistik nasional yang efisien, andal dan berkelanjutan,” pungkas Yuskal.