Bank Dinar melalui MIM Foundation menyalurkan 9.000 dus air minum ke masjid dan musala di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ini bertujuan mendukung peningkatan aktivitas ibadah masyarakat selama bulan suci.

Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen, menjelaskan bahwa perusahaan memilih air minum sebagai bentuk bantuan karena merupakan kebutuhan dasar jemaah, terutama saat intensitas kegiatan keagamaan di masjid meningkat signifikan selama Ramadan. “Air minum menjadi kebutuhan utama masyarakat. Selama Ramadan, aktivitas masjid seperti tadarus, buka puasa bersama, hingga sahur berlangsung hampir sepanjang hari sehingga kebutuhan air meningkat,” kata Mustaen.

Ia menambahkan, jumlah bantuan tahun ini meningkat signifikan dibandingkan Ramadan sebelumnya yang hanya mencapai 6.500 dus. Peningkatan tersebut, menurut dia, merupakan wujud komitmen perusahaan untuk terus memperluas manfaat program CSR di NTB.

Mustaen juga mengungkapkan harapan agar jumlah bantuan dapat terus bertambah pada tahun mendatang seiring pertumbuhan kinerja usaha dan dukungan masyarakat. “Tahun ini kami salurkan 9.000 dus. Jika kinerja perusahaan terus membaik, kami berharap tahun depan bisa di atas 10.000 dus, bahkan 12.000 hingga 15.000 dus,” ujarnya. Selain distribusi air minum, Bank Dinar juga menyiapkan sejumlah kegiatan sosial lain, termasuk pembagian paket iftar dan program belanja bersama anak yatim. Sebelumnya, Bank Dinar telah menyalurkan dana sebesar Rp2,5 miliar kepada MIM Foundation untuk mendukung berbagai program sosial dan kemasyarakatan di NTB.

Ketua Harian Dewan Masjid Indonesia (DMI) NTB, Haji Mashur, mengapresiasi konsistensi Bank Dinar dalam membantu kebutuhan masjid, khususnya menjelang Ramadan di daerah yang dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid. Ia menyoroti peningkatan jumlah bantuan dari 6.500 dus pada tahun sebelumnya menjadi 9.000 dus tahun ini menunjukkan komitmen nyata sektor perbankan dalam mendukung aktivitas keagamaan masyarakat. “Selama Ramadan, aktivitas masjid di NTB bisa berlangsung hampir 24 jam. Jamaah datang untuk shalat berjamaah, tadarus, kajian, hingga buka puasa bersama. Kebutuhan air minum tentu meningkat,” jelas Haji Mashur. Mashur berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan bahkan berkembang, termasuk kemungkinan menghadirkan sumber air dengan merek sendiri untuk memperkuat keberlanjutan distribusi bantuan ke masjid dan musala di seluruh NTB.

Sementara itu, Ketua MIM Foundation, M. Romi Saefudin, menjelaskan bahwa proses distribusi 9.000 dus air minum dilakukan secara bertahap ke seluruh kabupaten/kota di NTB. Penyaluran dilakukan langsung ke masjid-masjid melalui vendor serta armada distribusi yang telah disiapkan. “Distribusi sudah dimulai dan ditargetkan rampung hingga pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah. Untuk masjid raya atau masjid jami, alokasi bantuan berkisar antara 20 hingga 50 dus, disesuaikan dengan tipe dan kebutuhan masing-masing masjid,” terang Romi. Ia menambahkan, sebagian besar bantuan diantar langsung ke masjid, sementara beberapa titik yang belum melakukan konfirmasi akan ditindaklanjuti oleh tim lapangan agar seluruh bantuan dapat tersalurkan tepat waktu.

Melalui program CSR Ramadan ini, Bank Dinar berharap penyaluran 9.000 dus air minum ke masjid dan musala di NTB dapat memberikan manfaat nyata bagi jemaah, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.