PT Indospring Tbk bersama SMK PGRI 1 Gresik resmi meluncurkan program Spring School pada Sabtu (14/2/2026). Inisiatif pendidikan berbasis industri ini dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul di bidang robotik dan kecerdasan buatan (AI) sejak bangku sekolah.

Peluncuran Spring School menjadi respons konkret terhadap tantangan otomatisasi dan pesatnya penetrasi teknologi AI di sektor manufaktur global. Program ini juga bertujuan menyiapkan generasi muda agar siap bersaing di dunia industri masa depan.

Direktur PT Indospring Tbk, Bob Budiono, menegaskan bahwa adaptasi terhadap teknologi terbaru bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. “Persaingan industri ke depan semakin ketat. Pilihannya hanya satu, yaitu beradaptasi dengan robotisasi. Melalui Spring School, kami ingin membekali siswa dengan keterampilan nyata di bidang otomatisasi dan AI,” ujar Bob saat peluncuran program.

Meski dijalankan di lingkungan sekolah, standar seleksi peserta Spring School menerapkan sistem ketat layaknya rekrutmen perusahaan profesional. Dari total 720 siswa, hanya 36 orang atau sekitar 5 persen yang dinyatakan lolos seleksi dan berhak mengikuti program ini.

Kepala SMK PGRI 1 Gresik, Arif Susanto, menjelaskan bahwa penguatan karakter dan disiplin menjadi fondasi utama sebelum siswa memasuki pembelajaran teknologi tingkat lanjut. “Proses pembinaan cukup panjang, terutama dalam membentuk kedisiplinan dan budaya kerja. Melalui kerja sama ini, siswa mendapatkan pembelajaran robotik dan budaya industri selama delapan jam setiap minggu,” terangnya.

Program Spring School juga diproyeksikan menjadi penyuplai tenaga kerja terampil bagi pengembangan industri di wilayah Gresik dan sekitarnya. Salah satu kebutuhan tenaga teknik dengan spesifikasi tinggi datang dari pabrik Mur di Wringinanom.

Bagi para siswa, program ini menjadi jembatan untuk memutus kesenjangan antara teori di kelas dan kebutuhan riil di dunia industri. Salah satu peserta terpilih, Muhammad Fajar Zaitullah (16), mengaku antusias bisa mengakses teknologi robotik sejak dini.

“Ini bukan sekadar kelas biasa. Bisa belajar langsung teknologi masa depan sejak sekolah adalah peluang emas bagi saya,” tutur siswa kelas X penerima beasiswa tersebut.

Apresiasi juga datang dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik. Perwakilannya, Dian Oktaviana, menilai program ini sebagai bentuk link and match ideal antara dunia pendidikan dan industri. Ia juga menyebut Spring School menjadikan SMK PGRI 1 Gresik sebagai pusat keunggulan (Center of Excellence) di wilayah setempat.

“Lulusan diharapkan tidak hanya memegang ijazah, tetapi benar-benar siap kerja. Inilah yang harus terus kita dorong bersama,” tegas Dian.