Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung tengah mempersiapkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) miskin ekstrem kepada 1.040 warga pada tahun 2026. Setiap penerima manfaat direncanakan akan mendapatkan BLT sebesar Rp200.000 per bulan selama sembilan bulan.
Program BLT miskin ekstrem ini bertujuan untuk mencegah masyarakat yang rentan miskin agar tidak jatuh ke dalam kategori miskin ekstrem. Persiapan penyaluran telah dimulai sejak awal Januari 2026, diawali dengan konsultasi Dinsos Tulungagung bersama bagian hukum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Lijamsos) Dinsos Tulungagung, Fahmi Alif Aldianto, menjelaskan bahwa pembahasan tersebut fokus pada petunjuk teknis (juknis) penyaluran. Perubahan mendasar terjadi pada acuan data penerima.
“Dengan mengacu DTSEN tentu akan ada penyesuaian dalam pembuatan dasar hukum BLT miskin esktrem,” ujar Fahmi pada Sabtu (17/1/2026).
Sebelumnya, sasaran penerima BLT miskin ekstrem mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Namun, untuk tahun ini, acuannya beralih ke Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Selain itu, Dinsos Tulungagung juga sedang gencar melakukan verifikasi dan validasi data untuk memastikan bahwa penerima manfaat telah memenuhi syarat dan penyaluran BLT dapat tepat sasaran.
“Jangan sampai sudah masuk data penerima ada perubahan di tengah jalan. Kami akan konfirmasi ke desa untuk melakukan verifikasi dan validasi penerima manfaat,” jelas Fahmi.
Fahmi mengungkapkan, total penerima manfaat BLT miskin ekstrem diperkirakan sama dengan tahun sebelumnya, yakni sekitar 1.040 orang. Pencairan dana akan dilakukan selama sembilan bulan.
“Setiap penerima akan mendapatkan Rp200 ribu setiap bulan. Adapun penyaluran BLT miskin ekstrem akan dilakukan selama sembilan bulan,” paparnya.
Dengan persiapan yang lebih awal ini, Fahmi berharap penyaluran BLT miskin ekstrem dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Targetnya, proses penyaluran dapat rampung pada November 2026.
“Tahun lalu memang sempat molor. Maka kami sudah berproses mulai awal, dengan harapan penyaluran BLT miskin ekstrem dapat rampung pada November mendatang,” pungkasnya.
