Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) secara intensif menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap para distributor di Kota Palu. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan stok pangan dan kepatuhan mitra penyalur dalam menjual produk bersubsidi sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026.
Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulteng, Jusri, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap HET adalah kewajiban mutlak bagi para distributor. “Kewajiban itu harus di penuhi, maka pihak penyaluran harus mematuhi aturan yang ada,” kata Jusri di Palu pada Rabu, 25 Februari 2026.
Sidak terbaru dilakukan di Pasar Inpres Manonda pada Selasa, 24 Februari 2026, dan berlanjut ke sejumlah titik distribusi lainnya pada Rabu, 25 Februari 2026. Jusri mengimbau distributor produk subsidi seperti Minyakita dan Beras SPHP untuk tidak melanggar perjanjian kerja sama yang telah disepakati. “Imbauan sudah kami lakukan, kami butuh komitmen para mitra penyalur. Jika ada mitra sengaja menjual produk di atas HET, maka ada konsekuensinya sesuai ketentuan,” ujarnya.
Menurut Jusri, menjaga stabilitas harga bahan pangan merupakan bagian dari tanggung jawab Bulog, terutama untuk memastikan ketersediaan stok terpenuhi, distribusi lancar, dan tepat sasaran. Momen Ramadhan seringkali rentan terhadap lonjakan harga bahan pangan jika tidak diantisipasi dan dikendalikan sejak dini.
“HET Minyakita Rp15.700/liter. Dari pengawasan kami lakukan rata-rata mereka menjual sesuai HET. Kami gunakan skema distribusi langsung dari gudang ke pasar, guna menyederhanakan rantai distribusi dan menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen,” tutur Jusri, menjelaskan strategi Bulog dalam menekan harga.
Bulog Sulteng juga membuka partisipasi masyarakat untuk turut mengawasi distribusi bahan pokok bersubsidi. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada pemerintah atau aparat penegak hukum jika menemukan indikasi kecurangan. “Kami berharap masyarakat tidak ragu melapor. Informasi dari masyarakat sangat membantu kami dalam melakukan pengawasan,” kata dia.
Dalam menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 2026, Bulog akan mengintensifkan sinergi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, dan instansi terkait lainnya. Upaya ini bertujuan untuk mencegah potensi spekulasi dan penimbunan barang. Secara nasional, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dilaporkan dalam kondisi cukup, mencapai 3,5 juta ton. “Upaya ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, sekaligus menciptakan kondisi pasar yang kondusif,” ucap Jusri.
