Nama RM, leader grup idola K-pop BTS, mendadak terseret dalam pusaran konflik panas antara warganet Korea Selatan (K-Netz) dan Asia Tenggara (SEAblings) di platform media sosial X. Perdebatan lintas negara ini memanas sejak pertengahan Februari 2026, meskipun idol bernama asli Kim Namjoon itu sama sekali tidak terlibat dalam peristiwa awal yang memicu perselisihan.
RM BTS Jadi Sasaran Ujaran Rasis dan Body Shaming
Di tengah perang komentar yang kian memanas, sejumlah akun justru menyebarkan editan foto RM bernuansa rasis dan body shaming. Aksi tersebut memicu kemarahan banyak penggemar global karena dinilai menyerang pribadi sang idol tanpa alasan yang relevan.
Sebagian warganet menilai RM dijadikan “simbol” pria Korea yang sukses dan berpengaruh, sehingga namanya mudah diseret dalam narasi konflik. Ironisnya, serangan tersebut lebih banyak berisi ujaran rasis, colorism, hingga penghinaan fisik yang tidak berkaitan dengan akar masalah perdebatan.
Penggemar internasional pun angkat suara membela leader BTS itu. Mereka menegaskan bahwa RM tidak memiliki kaitan apa pun dengan perdebatan yang terjadi dan mengecam keras penyebaran konten manipulatif serta komentar diskriminatif yang menyerang sang idola.
Solidaritas SEAblings dan Seruan Menghindari Asia Tenggara
Situasi ini bahkan berujung pada seruan agar idol tertentu “menghindari” negara-negara Asia Tenggara karena derasnya ujaran kebencian. Pernyataan semacam ini dinilai berpotensi memperkeruh hubungan antara fandom dan publik lintas negara.
Konflik ini juga menyeret isu solidaritas kawasan dengan munculnya istilah “SEAblings” sebagai simbol persatuan warganet Asia Tenggara. Di sisi lain, sejumlah komentar bernada provokatif justru memperluas konflik hingga menyerempet stereotip budaya dan standar kecantikan.
Di tengah ketegangan, beberapa warganet mencoba meredakan suasana dengan pesan reflektif. “Sangat mustahil bagi non-Asia Tenggara untuk memancing kemarahan Asia Tenggara, karena kita semua terlalu sering saling membuat kesal,” tulis seorang pengguna X. Sementara yang lain berkelakar, “Orang Indonesia memang tidak ingin menang debat, hanya ingin membuat kesal saja.”
Kronologi Konflik Berawal dari Konser DAY6
Adapun kronologi awal konflik yang menyeret nama RM ini bermula pada 31 Januari 2026. Saat itu, konser grup DAY6 digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Sebuah insiden kecil memicu perdebatan besar.
Seorang penggemar asal Korea dilaporkan membawa kamera profesional berukuran besar yang melanggar aturan konser. Hal ini memicu teguran dari penonton lokal. Perdebatan soal etika konser kemudian berkembang menjadi saling serang di media sosial, hingga akhirnya nama RM BTS ikut terseret dalam konflik yang kian melebar dan tak relevan dengan akar masalahnya.
sumber gambar: gesit.id 