Ratusan warga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Tulungagung mendatangi kantor Dinas Sosial (Dinsos) setempat pada Rabu (25/2/2026). Kedatangan mereka bertujuan untuk mengklarifikasi status penerimaan bantuan setelah nama mereka masuk dalam daftar gagal cek rekening.

Penyebab utama kendala ini adalah perbedaan data antara buku tabungan para penerima dengan data kependudukan yang tercatat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Penyebab dan Batas Waktu Perbaikan

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Fahmi Alif A, membenarkan adanya masalah tersebut. Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang diterima pihaknya, terdapat 821 penerima manfaat di Tulungagung yang masuk kategori gagal cek rekening.

“Sesuai data yang kami terima, ada 821 penerima manfaat yang masuk kategori gagal cek rekening. Ini terjadi karena ada ketidaksesuaian data antara buku tabungan dan data kependudukan di catatan sipil,” ujar Fahmi pada Selasa (24/2/2026).

Fahmi menerangkan, Dinsos telah meminta para penerima manfaat yang terdampak untuk segera melakukan penyesuaian data. Batas waktu perbaikan data ini ditetapkan hingga Rabu, 25 Februari 2026.

“Kami imbau agar segera melakukan penyesuaian data sebelum batas waktu yang sudah ditentukan. Kalau tidak segera diperbaiki, tentu akan berdampak pada proses pencairan bantuan,” tegasnya.

Untuk tahun 2026, total penerima manfaat BPNT di Kabupaten Tulungagung mencapai 73.782 orang. Setiap penerima dijadwalkan menerima bantuan sebesar Rp 200.000 per bulan, yang disalurkan setiap tiga bulan sekali.

Ancaman Pengalihan Bantuan

Fahmi menambahkan, jika penerima manfaat yang masuk daftar gagal cek rekening tidak segera memproses perbaikan data, ada kemungkinan bantuan tersebut akan dialihkan kepada calon penerima lain. Calon penerima ini adalah mereka yang sudah memenuhi kriteria namun belum tercatat sebagai penerima aktif.

“Kalau sampai batas waktu tidak ada perbaikan data, bukan tidak mungkin bantuan itu akan dialihkan kepada calon penerima lain yang sudah memenuhi kriteria tetapi belum masuk daftar penerima,” pungkasnya.

Dinsos Tulungagung berharap masyarakat yang terdampak dapat proaktif melakukan pembaruan data agar bantuan tetap bisa diterima dan tidak hangus begitu saja.