Yohan Purnomo, seniman asal Malang, berhasil meraih posisi tertinggi dalam Kompetisi Seni Internasional Colour4Life Asia Pacific 2025/2026 yang diselenggarakan oleh Faber-Castell International Indonesia. Kemenangan ini mengukuhkan Yohan sebagai yang terbaik setelah menyisihkan ribuan peserta dari sembilan negara di kawasan Asia Pasifik melalui proses seleksi yang ketat.

Seremoni penyerahan penghargaan berlangsung pada Kamis, 23 April 2026, di Pabrik Marker Faber-Castell, Kawasan Industri MM2100, Cibitung, Jawa Barat. Acara tersebut turut disaksikan oleh Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste.

Karya “Shell of Cosmos” Pukau Juri

Managing Director PT Faber-Castell International Indonesia, Yandramin Halim, menyampaikan apresiasinya terhadap karya Yohan. “Melalui pendekatan artistik, Yohan mampu menyelaraskan kreativitas dengan pesan budaya, lingkungan, dan sosial sesuai semangat program Colour4Life,” ujar Yandramin pada Rabu (22/4).

Karya Yohan yang berjudul “Shell of Cosmos” menampilkan eksplorasi visual bertema penyu. Lukisan ini tidak hanya menonjolkan elemen estetika, tetapi juga memuat pesan mendalam mengenai keberlanjutan lingkungan, siklus kehidupan, serta refleksi nilai-nilai budaya Nusantara.

Yohan Purnomo menjelaskan inspirasi di balik karyanya. “Karya tersebut terinspirasi dari filosofi penyu yang selalu kembali ke tempat asalnya, yang menjadi pengingat bagi manusia untuk tidak melupakan warisan budaya leluhur,” kata Yohan.

Talenta Indonesia Berdaya Saing Global

Sebagai pemenang utama, Yohan Purnomo berhak atas hadiah eksklusif berupa kunjungan ke kantor pusat Faber-Castell di Stein, Jerman, bersama satu orang pendamping. Yandramin Halim menambahkan bahwa keberhasilan Yohan membuktikan talenta kreatif Indonesia memiliki daya saing kuat di kancah internasional, khususnya dalam mengomunikasikan pesan-pesan penting melalui media seni.