Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan melaporkan penurunan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang awal tahun 2026. Tercatat, hanya 96 kasus DBD dari 1 Januari hingga 6 April 2026, angka ini jauh menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 437 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lamongan, dr. Yani Khoirurahmahwati, menjelaskan bahwa dari 96 kasus tersebut, 48 pasien mengalami infeksi virus dengue ringan. Sementara itu, 11 pasien lainnya masih berstatus suspek.

Meskipun terjadi penurunan, Dinkes Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus berupaya memutus mata rantai penyebaran DBD. Berbagai langkah telah dan akan terus dilakukan, mulai dari sosialisasi, pengiriman surat imbauan ke pusat kesehatan setempat, hingga evaluasi analisis kasus secara berkala.

dr. Yani Khoirurahmahwati menekankan pentingnya peran serta masyarakat. “Kami terus mengimbau masyarakat menerapkan 3 M secara rutin, terutama rutin untuk membersihkan penampungan air, menutup rapat penyimpanan air, dan tidak membiarkan barang bekas menumpuk,” ujarnya.

Selain itu, Dinkes Lamongan juga secara rutin melaksanakan abatidasi, yaitu penaburan bubuk larvasida di tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk. Fogging atau pengasapan juga dilakukan di wilayah-wilayah yang dianggap rawan atau rentan terhadap penyebaran DBD.

Menurut dr. Yani, langkah-langkah preventif ini terbukti cukup efektif dalam memutus rantai penularan nyamuk Aedes aegypti, vektor utama virus dengue penyebab demam berdarah. Masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penularan penyakit ini.