Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang secara resmi membantah informasi yang beredar di masyarakat mengenai meninggalnya seorang warga di Kelurahan Berebas Tengah akibat Demam Berdarah Dengue (DBD). Kabar tersebut dinyatakan tidak benar atau hoaks setelah dilakukan penelusuran mendalam.
Kepala Dinkes Kota Bontang menegaskan bahwa tim surveilans telah melakukan penelusuran rekam medis dan audit kematian terhadap pasien yang bersangkutan. Hasil investigasi menunjukkan bahwa penyebab utama kematian adalah komplikasi dari penyakit penyerta (komorbid) kronis, bukan infeksi virus dengue.
Bantahan Berdasarkan Hasil Laboratorium
Pemeriksaan klinis di rumah sakit juga menguatkan temuan tersebut, di mana parameter kesehatan pasien tidak menunjukkan tanda-tanda khas DBD berat. “Hasil uji laboratorium menunjukkan kadar trombosit pasien masih dalam batas normal untuk kasus non-DBD, dan tidak ditemukan adanya kebocoran plasma,” ujar pihak Dinkes dalam keterangan resminya, Jumat (29/5/2026).
Pemerintah Kota Bontang mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Warga diminta untuk selalu menunggu pernyataan resmi dari otoritas kesehatan atau rumah sakit yang berwenang.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk proaktif melaporkan setiap temuan kasus demam berkelanjutan di lingkungan RT masing-masing kepada kader Jumantik atau Puskesmas terdekat guna deteksi dini dan penanganan cepat.
Data Kewaspadaan DBD di Bontang Mei 2026
Meskipun kasus di Berebas Tengah dinyatakan negatif DBD, Dinkes tetap merilis data kewaspadaan wilayah untuk bulan Mei 2026 sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan:
| Kelurahan | Status Kewaspadaan | Tindakan |
|---|---|---|
| Berebas Tengah | Waspada (Kuning) | Pemeriksaan Jentik Berkala |
| Api-Api | Waspada (Kuning) | Abatisasi Massal |
| Belimbing | Aman (Hijau) | Sosialisasi PSN |
Langkah Antisipasi Dinkes
Menyikapi fluktuasi cuaca yang terjadi di wilayah Bontang, Dinkes telah menginstruksikan seluruh Puskesmas untuk memperkuat sistem kewaspadaan dini. Langkah-langkah yang diambil meliputi:
- Fogging Fokus: Dilakukan hanya pada wilayah yang terkonfirmasi ada kasus positif DBD berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi.
- Gerakan PSN 3M Plus: Mengajak warga menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
- Distribusi Bubuk Abate: Tersedia secara gratis di seluruh Puskesmas bagi warga yang memiliki penampungan air sulit dikuras.
Masyarakat diharapkan tetap tenang namun tetap menjaga kebersihan lingkungan. Segera bawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam tinggi mendadak yang tidak turun dengan obat penurun panas biasa, disertai nyeri sendi atau bintik merah pada kulit.
FAQ Terkait Informasi DBD Bontang
- Apakah ada kenaikan kasus DBD di Bontang tahun 2026? Terdapat tren kenaikan musiman namun masih dalam batas terkendali dan belum ditetapkan sebagai KLB.
- Bagaimana cara mendapatkan layanan fogging? Layanan fogging diajukan melalui RT/Kelurahan setelah ditemukan kasus positif yang sah secara medis melalui hasil laboratorium.
- Apa ciri utama DBD yang harus diwaspadai? Demam tinggi mendadak, sakit kepala hebat, nyeri di belakang mata, dan badan terasa sangat lemas.
