Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mendata sembilan anak terjangkit penyakit Tuberkulosis (Tb) sepanjang tahun 2026. Temuan ini mendorong Dinkes memperketat upaya skrining aktif di fasilitas kesehatan di Sungailiat dan sekitarnya.

Skrining Aktif Ungkap Kasus, Indikasi Penularan Dewasa

Kepala Dinkes Kabupaten Bangka menyatakan bahwa penemuan kasus Tb pada anak ini merupakan hasil dari upaya skrining aktif yang dilakukan petugas di lapangan. “Meskipun angka ini terlihat kecil, infeksi TBC pada anak sering kali menjadi indikator adanya penularan aktif dari orang dewasa di lingkungan terdekat,” ujarnya.

Genjot Imunisasi BCG untuk Kekebalan Jangka Panjang

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Dinkes Bangka kini tengah menggenjot pemberian imunisasi Bacillus Calmette-Guerin (BCG). Target utama tahun ini adalah memberikan kekebalan kepada 5.108 bayi di seluruh wilayah Kabupaten Bangka.

Berdasarkan data terbaru hingga awal Mei 2026, baru sekitar 797 bayi yang menerima layanan imunisasi BCG di 60 desa dan kelurahan. Untuk mencapai target 100%, petugas kesehatan kini dikerahkan untuk melakukan jemput bola melalui posyandu dan kunjungan rumah.

Kenali Gejala Tb pada Anak dan Pentingnya Skrining Kontak Erat

Tb pada anak tidak selalu menunjukkan gejala batuk berdahak seperti orang dewasa. Gejala umum meliputi demam berulang, berat badan sulit naik, dan anak tampak lesu. Masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi ke Puskesmas terdekat jika menemukan gejala tersebut pada anak.

Selain imunisasi, pemerintah daerah juga mengoptimalkan program skrining kontak erat. Setiap satu kasus positif Tb yang ditemukan, petugas akan melacak setidaknya 20 orang di lingkungan sekitar untuk memastikan mata rantai penularan dapat diputus sedini mungkin.

Dinkes Bangka berharap partisipasi aktif masyarakat, terutama orang tua, untuk mendukung program eliminasi Tb 2030 dengan memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal.