Pusat Pendidikan Infanteri menjadi saksi bisu pembentukan generasi baru pengusaha muda Jawa Barat. Selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Mei 2026, ratusan kader Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) V yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan, integritas, dan wawasan kebangsaan.

Maju Babarengan: Kolaborasi Kunci Pengusaha Muda

Kegiatan yang diikuti kader HIPMI dari berbagai daerah di Jawa Barat itu menghadirkan sejumlah tokoh dari unsur pemerintah, TNI, hingga pimpinan organisasi. Selama tiga hari, peserta menjalani pembekalan dengan disiplin tinggi melalui materi kepemimpinan, tata kelola usaha, bela negara, hingga penguatan organisasi.

Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat, Radityo Egi Pratama, menegaskan bahwa pengusaha muda tidak bisa berkembang sendiri di tengah persaingan usaha dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Karena itu, kolaborasi menjadi kata kunci yang terus didorong HIPMI Jabar melalui semangat “Maju Babarengan”.

“Pengusaha muda tidak boleh berjalan sendiri. Kita harus saling menguatkan dan menciptakan ekosistem kolaborasi yang sehat untuk kemajuan bersama,” ujar Egi dalam pembukaan kegiatan. Menurutnya, pengusaha muda memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, peran tersebut harus dibarengi kemampuan membangun jejaring, kepemimpinan yang kuat, dan kesiapan menghadapi perubahan dunia usaha yang bergerak cepat.

Pengusaha sebagai Kekuatan Strategis Ketahanan Nasional

Tidak hanya berbicara soal bisnis, Diklatda juga menempatkan isu ketahanan nasional sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter pengusaha muda. Pangdam III/Siliwangi, Kosasih, dalam materinya menekankan bahwa pengusaha kini menjadi bagian dari kekuatan strategis nasional. Melalui tema “Transformasi Peran Pengusaha dalam Sistem Pertahanan Semesta”, ia menjelaskan bahwa ketahanan negara tidak lagi hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga pada kekuatan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia.

“Ketahanan negara hari ini tidak hanya berbicara soal pertahanan militer, tetapi juga kekuatan ekonomi nasional dan kualitas sumber daya manusianya,” tegas Kosasih.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, yang menyoroti pentingnya tata kelola usaha yang sehat sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah. Dalam pembekalannya mengenai Good Corporate Governance, Bima menilai pengusaha muda perlu membangun budaya usaha yang profesional, transparan, dan berintegritas agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Pertumbuhan ekonomi daerah tidak akan kuat tanpa tata kelola usaha yang baik. Integritas dan profesionalisme menjadi fondasi utama,” ujarnya.

Sementara itu, Danpusdikif, Zaiful Rakhman, menegaskan bahwa bela negara bukan hanya tugas aparat keamanan. Pengusaha muda juga memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas bangsa melalui kontribusi ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Menurutnya, tantangan global saat ini menuntut generasi muda untuk memiliki semangat nasionalisme yang kuat sekaligus kemampuan adaptasi dalam menghadapi perubahan ekonomi dunia.

Integritas Fondasi Utama Pemimpin Masa Depan

Selain pembekalan kebangsaan dan bisnis, peserta juga mendapat materi penguatan organisasi dan komunikasi dari tim OKK HIPMI Jawa Barat. Materi tersebut menitikberatkan pada pentingnya soliditas kader, komunikasi efektif, dan budaya kolaborasi dalam membangun organisasi yang progresif.

Salah satu sesi yang paling mendapat perhatian peserta datang dari A. Zulfikar Priyatna melalui materi kepemimpinan strategis dan integritas. Dalam paparannya, Zulfikar mengingatkan bahwa kekuasaan tanpa moralitas hanya akan melahirkan kerusakan. Karena itu, pemimpin masa depan harus memiliki keberanian mengambil keputusan sekaligus menjaga integritas di tengah tekanan dunia usaha maupun organisasi.

“Kekuasaan tanpa moralitas akan melahirkan kehancuran. Integritas adalah fondasi utama seorang pemimpin,” katanya.

Kader Muda Potensial dari Diklatda V

Diklatda V HIPMI Jawa Barat juga menjadi ajang lahirnya kader-kader muda potensial. Salah satunya adalah Afif Fajar Nurtyanto yang berhasil masuk jajaran 10 peserta terbaik. Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi BPC HIPMI Kota Bekasi dan menunjukkan munculnya kader muda yang dinilai aktif, progresif, serta memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat.

Melalui kegiatan ini, HIPMI Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak pengusaha muda yang tidak hanya unggul dalam dunia usaha, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, integritas, dan semangat kebangsaan sebagai bekal menghadapi masa depan Indonesia.