Dominasi Aprilia di awal musim MotoGP 2026 mulai memantik reaksi serius dari kubu Ducati. Hasil yang belum konsisten dalam dua seri pembuka membuat tim pabrikan asal Italia itu enggan terus bergantung pada satu nama besar, yakni Marc Marquez.

Manajer Ducati, Davide Tardozzi, menilai kondisi ini harus segera dibenahi. Meski Marc Marquez sempat menyumbang hasil positif lewat kemenangan di sprint race MotoGP Brasil, performa para pembalap Ducati lainnya dinilai belum cukup kompetitif untuk bersaing di barisan depan.

Tardozzi Soroti Ketergantungan Tim pada Marc Marquez

Tardozzi menegaskan bahwa tim tidak bisa terus menjadikan Marquez sebagai penutup kekurangan yang ada. Ia secara blak-blakan mengungkapkan tantangan yang dihadapi timnya.

“Kondisi fisik Marc memang belum sepenuhnya ideal. Namun, itu bukan alasan karena pembalap Ducati lainnya juga belum mampu tampil maksimal,” ujar Tardozzi.

Menurut Tardozzi, keseimbangan performa antarpembalap menjadi kunci jika Ducati ingin kembali mendominasi kejuaraan. Ketergantungan pada satu individu, sekuat apa pun namanya, tidak akan membawa tim pada kejayaan jangka panjang.

“Kami tidak bisa terus mengandalkan Marc untuk menutupi kekurangan tim,” tambahnya, menekankan pentingnya kontribusi merata dari seluruh pembalap.

Pernyataan Tardozzi ini mengindikasikan adanya masalah besar di balik layar performa Ducati, yang kini tertinggal dari Aprilia. Fokus tim akan beralih pada peningkatan performa kolektif untuk menghadapi sisa musim MotoGP 2026.