Deputi Gubernur Bank of Japan (BoJ) Shinichi Uchida mengindikasikan bahwa bank sentral kemungkinan akan melanjutkan kenaikan suku bunga di masa mendatang. Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi pasar mengenai arah kebijakan moneter Jepang yang berupaya keluar dari era suku bunga negatif.

Uchida, dalam sebuah forum ekonomi di Tokyo pada Senin (2/3/2026), menyatakan, “Kami akan terus memantau data ekonomi dengan cermat untuk memastikan stabilitas harga tercapai secara berkelanjutan.” Ia menambahkan bahwa BoJ akan bertindak fleksibel sesuai dengan perkembangan inflasi dan kondisi ekonomi.

Prospek Kebijakan Moneter BoJ

Pernyataan Uchida memperkuat pandangan bahwa BoJ tidak akan berhenti pada satu kali kenaikan suku bunga saja. Bank sentral Jepang baru-baru ini mengakhiri kebijakan suku bunga negatif yang telah berlangsung selama delapan tahun, sebuah langkah bersejarah yang menandai pergeseran signifikan dalam strategi moneternya.

Para analis pasar memperkirakan bahwa BoJ akan menaikkan suku bunga acuan secara bertahap sepanjang tahun 2026, seiring dengan indikator inflasi yang tetap di atas target 2 persen dan pertumbuhan upah yang menunjukkan tren positif. Keputusan ini juga didorong oleh pemulihan ekonomi global yang stabil, meskipun ada beberapa tantangan geopolitik.

Kenaikan suku bunga diharapkan dapat membantu mengendalikan inflasi dan menstabilkan nilai tukar yen, yang sempat melemah signifikan terhadap dolar AS. Namun, BoJ juga harus menyeimbangkan kebijakan ini agar tidak menghambat momentum pemulihan ekonomi yang rapuh.

sumber gambar: gesit.id