DBL Indonesia 2026/2027 akan segera bergulir dengan membawa angin segar, khususnya bagi kompetisi tari. Ajang basket antar-SMA paling bergengsi di Indonesia ini mengumumkan kehadiran Aqua sebagai mitra utama (title partner) untuk DBL Dance Competition musim mendatang.
Selama 22 tahun eksistensinya di kancah basket nasional, DBL Indonesia telah menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya banyak pebasket top. Sebut saja nama-nama besar seperti Abraham Damar Grahita, Yudha Saputera, Kelvin Sanjaya, Avan Saputra, hingga Vincent Rivaldi Kosasih di sektor putra. Sementara itu, di sektor putri, alumni DBL mencakup Dewa Ayu Made Sriartha, Adelaide Callista Wongsohardjo, dan Nathania Claresta Orville.
Sejak pertama kali bergulir pada 2004, DBL tidak hanya menyajikan persaingan sengit di lapangan basket, tetapi juga menghadirkan hiburan di luar lapangan, mengadopsi konsep student athlete ala kompetisi NBA di Amerika Serikat. Konsep ini bertujuan membangun ekosistem olahraga dan hiburan yang komprehensif bagi para pelajar.
DBL Dance Competition: Dari Rekor MURI hingga Talenta Nasional
Salah satu elemen penting dalam ekosistem DBL adalah DBL Dance Competition. Kompetisi ini mengharuskan setiap tim peserta basket memiliki tim tari pendamping yang tidak hanya memberikan dukungan di tribun, tetapi juga berkompetisi secara mandiri. Ajang ini terus membesar dan menarik minat banyak pelajar.
Pada 2018, DBL Dance bahkan berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai kompetisi tari dengan peserta terbanyak di Indonesia. Dari panggung ini, lahir pula talenta-talenta berbakat yang kini dikenal luas, seperti Dita Karang dan Christy Gardena, yang merupakan anggota Grup No Na.
Menjelang musim baru 2026/2027, perubahan signifikan terjadi pada DBL Dance Competition dengan masuknya Aqua sebagai mitra utama.
Direktur DBL Indonesia, Masany Audri, menyambut baik kemitraan ini. “Kami sangat senang menyambut Aqua sebagai bagian dari ekosistem DBL. Anak-anak di DBL adalah generasi yang sangat aktif. Mereka berlatih keras di lapangan, menyiapkan penampilan terbaik di atas panggung, hingga memberikan dukungan penuh dari tribun. Dalam aktivitas seperti itu, menjaga hidrasi menjadi hal yang penting,” ujar Masany dalam keterangan kepada media.
Masany menambahkan bahwa kehadiran Aqua sangat relevan dengan kebutuhan para peserta. “Kami menyaksikan sendiri peserta DBL Dance itu menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyusun koreografi, berlatih, hingga tampil dengan kostum dan properti yang sering kali membuat mereka merasa gerah. Karena itu, kehadiran partner baru ini dengan semangat Adem sangat relevan dan dekat dengan pengalaman yang mereka rasakan selama mengikuti kompetisi,” jelasnya.
Manfaat Kompetisi dan Harapan Musim Baru
Kompetisi DBL Dance diakui memberikan banyak manfaat bagi para pesertanya. Valencia Stephanie Hadasaah, seorang alumni penari dari SMA IPEKA Puri Jakarta, berbagi pengalamannya. Ia menilai kompetisi ini tidak hanya profesional, tetapi juga memperluas jejaring dan meningkatkan rasa percaya diri.
“Atmosfer kompetisi DBL Dance itu meriah. Kami bangga bisa tampil di depan banyak penonton dan menjadi bagian dari DBL. Sebab selain berkompetisi, kami juga mendapatkan banyak pengalaman berharga dan bertemu teman-teman baru dari berbagai sekolah,” tutur Valencia.
Perubahan dan kemitraan baru di musim 2026/2027 ini diharapkan dapat semakin optimal dalam mendampingi para pelajar yang aktif berlatih dan berkompetisi, baik di lapangan basket, di panggung tari, maupun di tribun suporter. Dukungan ini diharapkan dapat dirasakan sejak mereka melakukan persiapan di rumah bersama orang tua hingga di sekolah dengan pendampingan guru.
