Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono meluapkan kekesalannya saat meninjau proyek pembangunan infrastruktur Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ekas Buana di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (27/2/2026). Trenggono mendapati sejumlah kejanggalan dan kualitas bangunan yang dinilai jauh dari standar, sehingga ia meminta pembenahan total agar proyek tersebut benar-benar layak dan bermanfaat bagi masyarakat nelayan.

“Saya minta semua dibenarin, dikoreksi semua, finishingnya, nggak benar ini!” tegas Trenggono di sela peninjauan. Ia bahkan menegur keras pihak pelaksana proyek yang bertanggung jawab atas kualitas bangunan di kawasan tersebut.

Sorotan pada Kualitas Infrastruktur

Dalam inspeksinya, Menteri Trenggono secara langsung mempertanyakan mutu pembangunan kepada salah seorang perwakilan pelaksana proyek. Ia menyoroti kondisi gudang beku yang akses keluar masuknya dinilai terlalu sempit. Selain itu, terdapat celah kecil yang dianggap kurang layak dan berpotensi mengganggu operasional para nelayan.

Nada tinggi sempat terdengar ketika Trenggono meminta penjelasan mengenai standar mutu bangunan dan mempertanyakan apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai kontrak yang diberikan. Puncak kemarahannya terlihat saat ia menunjuk dan mengarahkan kakinya ke retakan pada lantai semen di samping gudang beku portabel.

Trenggono menekankan bahwa proyek pemerintah harus dikerjakan secara profesional. Anggaran yang digunakan berasal dari negara dan ditujukan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat nelayan setempat. “Kamu bikin bangunan kaya gini, kenapa, ha? Bagus nggak bangunannya? Coba kamu bikin yang benar dong, masa bangunannya kaya gini? Yang benar aja dong,” tegas Trenggono.

Selain gudang beku, Trenggono juga meninjau fasilitas lain seperti pabrik es portabel, bengkel nelayan, kios pemasaran ikan, balai pelatihan, hingga fasilitas umum seperti toilet. Ia menginstruksikan agar seluruh sarana dan prasarana tersebut dibenahi demi mendukung aktivitas ekonomi nelayan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara nyata.

Usai peninjauan lapangan, Menteri Trenggono dan jajarannya berdialog langsung dengan para nelayan. Dialog ini bertujuan untuk mendengar masukan serta memastikan bahwa program-program yang dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan berjalan sesuai dengan kebutuhan riil mereka.