Lombok Tengah – PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok (BIL) memproyeksikan pergerakan penumpang mencapai 136.255 orang selama periode arus mudik dan balik Lebaran atau Idul Fitri 1447 Hijriah. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 4,1 persen dibandingkan periode sebelumnya.
General Manager Bandara Lombok, Aidhil Philip Julian, pada Sabtu (14/3/2026) di Lombok Tengah, menyatakan, “Pergerakan penumpang pada Lebaran ini ditargetkan meningkat 4,1 persen.”
Selain penumpang, Bandara Lombok juga memproyeksikan peningkatan signifikan pada trafik pergerakan pesawat dan kargo. Selama periode angkutan udara Lebaran 2026, diperkirakan terdapat 1.454 pergerakan pesawat, naik 28,2 persen. “Dan kargo yang mencapai 702 ton atau meningkat 6,4 persen dibandingkan periode sebelumnya,” tambah Aidhil.
Bandara Lombok bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh rangkaian operasional selama periode angkutan Lebaran berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman perjalanan udara yang nyaman bagi seluruh pengguna jasa.
Posko Terpadu dan Koordinasi Lintas Instansi
Untuk mendukung kelancaran operasional, pihak Bandara Lombok telah menyiapkan posko terpadu di Pick Up Zone Bandara Lombok. Posko ini melibatkan berbagai instansi dan pemangku kepentingan di lingkungan bandara.
Instansi yang terlibat antara lain Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Basarnas, BMKG, Perum LPPNPI, Bea Cukai, Imigrasi, Badan Karantina Indonesia, Balai Kekarantinaan Kesehatan, serta maskapai penerbangan.
Aidhil menjelaskan, “Posko terpadu ini beroperasi selama 18 hari ke depan hingga 30 Maret 2026.”
Pembentukan posko ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor IR-DJPU 01 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara Lebaran Tahun 2026 M (1447 H).
“Melalui Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran ini, kami melakukan pemantauan operasional bandara secara intensif serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan kelancaran operasional selama periode angkutan Lebaran,” tegas Aidhil.
Dalam pelaksanaannya, Bandara Lombok tetap mengedepankan prinsip 3S + 1C, yaitu Safety (Keselamatan), Security (Keamanan), Service (Pelayanan), dan Compliance (Kepatuhan). Prinsip ini diterapkan demi menjaga keselamatan, keamanan, serta kenyamanan seluruh pengguna jasa bandara.
“Kami berharap pelaksanaan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 dapat berlangsung optimal serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang melakukan perjalanan melalui bandara,” tutup Aidhil.
