Sebanyak 50 ibu rumah tangga di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, kini memiliki bekal keterampilan baru untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga. Mereka adalah peserta “Workshop Baking & Cooking Naik Kelas” yang diselenggarakan oleh Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Ruang Tegal Muda (RTM) pada Minggu (21/12) akhir pekan lalu.

Pelatihan ini berfokus pada pengolahan brownies singkong dan donat ubi, dua produk yang dinilai mudah diproduksi dengan bahan baku terjangkau dan memiliki nilai jual tinggi. Kegiatan yang berlangsung di LPK Lashinta, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, ini bertujuan membekali para ibu dengan keterampilan aplikatif yang dapat langsung diimplementasikan.

Mendorong Kemandirian Ekonomi dan Jejaring UMKM

Pendiri YIS, Sandiaga Salahuddin Uno, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui pemberdayaan kaum ibu. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Terpenting adalah membangun jejaring UMKM untuk mendorong penjualan berkelanjutan dan kemandirian ekonomi,” ujar Sandiaga Uno pada Senin (22/12) kemarin.

Yayasan Indonesia Setara, yang telah berdiri sejak 2011, memiliki komitmen kuat dalam mendorong kesetaraan di bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan. Melalui kolaborasi dengan Ruang Tegal Muda, YIS melihat potensi besar pada ibu rumah tangga untuk menjadi pelaku usaha mandiri yang produktif.

Pelatihan Komprehensif dengan Dukungan AI dan Pendampingan

Para peserta tidak hanya diajarkan teknik memasak, tetapi juga diperkenalkan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat pendukung promosi dan pemasaran produk. Selain itu, mereka juga mendapatkan pendampingan intensif selama satu bulan, termasuk dukungan modal awal berupa bahan baku tanpa biaya.

Co-founder Ruang Tegal Muda, Muhammad Syaeful Mujab, mengungkapkan alasan pemilihan brownies singkong dan donat ubi sebagai fokus pelatihan. “Bahan-bahannya terjangkau, mudah didapat, dan memiliki peluang inovasi yang luas,” jelasnya.

Mujab menambahkan, peserta juga dibimbing memanfaatkan aplikasi ChatGPT untuk menyusun materi promosi produk secara digital. Inisiatif ini membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan bagi UMKM rumahan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Hasil Nyata dan Pendampingan Berkelanjutan

Efektivitas pelatihan ini langsung terlihat dari hasil yang dicapai. Pada hari pelaksanaan, para peserta diberikan tantangan untuk membuka sistem pre-order. Hasilnya, terkumpul sebanyak 471 pesanan brownies dan 70 pesanan donat. Dengan harga jual Rp2.000 per brownies dan Rp3.000 per donat, total pendapatan yang berhasil diraih para peserta mencapai sekitar Rp1.152.000.

Setelah sesi tatap muka, program akan berlanjut dengan pendampingan intensif selama tiga minggu. Fokus pendampingan meliputi diskusi bersama mentor, penguatan strategi pemasaran digital, pembuatan konten promosi, serta penerapan langsung materi untuk menghadapi tantangan usaha yang dijalankan. Diharapkan, program ini dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja dari rumah dan memperkuat ekonomi lokal.