Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, menjadi pusat perhatian publik setelah insiden yang melibatkan dirinya dan seorang ajudan di ajang Mandiri Jogja Marathon 2026 pada Minggu, 21 Juni 2026. Peristiwa di kawasan Candi Prambanan tersebut memicu gelombang kecaman warganet, hingga berujung pada penguncian akun Instagram resmi Korem 072/Pamungkas.
Sebuah video berdurasi 25 detik yang viral di media sosial menunjukkan momen ketika seorang pria, yang diduga ajudan Brigjen Yuniar, ditarik keluar dari lintasan steril oleh petugas pengaman (marshal). Penarikan ini dilakukan karena pria tersebut tidak mengenakan nomor dada peserta, sebuah pelanggaran aturan lomba lari resmi.
Tak lama setelah itu, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono terlihat menghampiri dan bersikeras agar ajudannya diizinkan kembali masuk ke jalur perlombaan. “Ini pengawal saya, ini pengawal saya,” ujar Brigjen Yuniar dengan nada tinggi dalam rekaman video tersebut, yang kemudian banyak dibagikan ulang oleh warganet.
Meskipun petugas tetap pada pendiriannya, menegaskan bahwa peserta tanpa bib tidak diizinkan memasuki area perlombaan, aksi tarik-menarik sempat terjadi. Pada akhirnya, ajudan tersebut tetap tidak diizinkan finis melalui jalur resmi.
Sorotan Bib Peserta dan Akun Instagram Digembok
Sorotan publik tidak hanya tertuju pada dugaan arogansi, tetapi juga pada nomor identitas peserta yang dikenakan oleh Brigjen Yuniar. Nomor C35602 yang tertera pada bib-nya teridentifikasi sebagai milik orang lain, yang merupakan pelanggaran serius dalam regulasi lomba lari.
Setelah insiden ini viral, informasi mengenai kehadiran Brigjen Yuniar di laman resmi Korem 072/Pamungkas dilaporkan langsung dihapus. Akibat banjirnya kecaman dan protes dari warganet, akun Instagram resmi Korem 072/Pamungkas kini telah digembok atau diprivat.
Langkah ini membuat warganet tidak lagi dapat melayangkan komentar atau melihat unggahan yang sebelumnya sempat memperlihatkan sang Danrem di lokasi kejadian, beberapa di antaranya bahkan sempat diabadikan dalam tangkapan layar.
Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Menanggapi kemarahan publik, Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas, Mayor Inf Suwito, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut murni kesalahpahaman dan telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi di Hotel Tentrem, Yogyakarta, pada Minggu petang, hari yang sama dengan kejadian.
“Terjadi kesalahan pahaman aja, dan sudah saling memaafkan,” jelas Mayor Suwito. Pihak Korem juga menyatakan bahwa ajudan yang terlibat sebenarnya memiliki nomor peserta, namun diduga terlepas dan terjatuh di lintasan yang padat, sehingga menimbulkan persepsi keliru di mata petugas.
