Lima kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, diterjang bencana banjir dan tanah longsor pada Sabtu (16/5/2026). Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak Jumat (15/5), menyebabkan sedikitnya 37 unit rumah warga terdampak. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Kronologi dan Wilayah Terdampak
Bencana mulai menerjang setelah hujan lebat disertai angin kencang berlangsung selama kurang lebih lima jam, yakni mulai pukul 13.30 WIB hingga 18.00 WIB pada Jumat kemarin. Kondisi ekstrem ini menyebabkan enam sungai besar meluap secara bersamaan, meliputi Sungai Peucangpari, Sungai Cimaur, Sungai Cibeurih, Sungai Cilaki, Sungai Ciminyak, dan Sungai Cisimeut.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengonfirmasi bahwa pihaknya masih terus melakukan pendataan di lapangan. “Kita sampai hari ini masih melakukan pendataan, namun bencana alam itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka,” ujar Sukanta saat dihubungi di Lebak, Sabtu (16/5).
Tercatat ada 11 desa yang tersebar di lima kecamatan terdampak paling parah, antara lain:
- Kecamatan Cigemblong
- Kecamatan Cipanas
- Kecamatan Sajira
- Kecamatan Leuwidamar
- Kecamatan Muncang
Dampak Kerusakan Infrastruktur dan Lahan Pertanian
Berdasarkan data sementara dari BPBD Lebak, dampak kerugian materiil akibat luapan sungai dan pergeseran tanah cukup signifikan. Kerusakan meliputi:
- 37 unit rumah warga terdampak banjir dan longsor.
- 1 unit pondok pesantren hanyut terbawa arus.
- 1 unit mushola terendam banjir.
- 2 unit jembatan atau jalan usaha tani roboh.
- 50 hektare lahan persawahan terendam air.
- Kerusakan infrastruktur lainnya seperti irigasi ambruk, tembok penahan tanah (TPT) roboh, serta kerusakan jalan desa dan bronjong.
Upaya Penanganan dan Peringatan Dini
Saat ini, BPBD Lebak telah menerjunkan peralatan penanganan bencana dan menyalurkan bantuan logistik berupa 100 paket sembako serta 37 lembar terpal untuk warga terdampak. Koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa juga terus diperkuat guna mempercepat proses pendataan dan penyaluran bantuan.
Namun, Sukanta mengakui bahwa proses pendataan lengkap masih menemui hambatan di lapangan. “Kondisi medan mengalami kesulitan untuk dilakukan pendataan akibat bencana alam itu,” pungkasnya, merujuk pada akses jalan yang terdampak longsor dan luapan air.
BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan longsor susulan. Curah hujan diprediksi masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan, sehingga masyarakat diminta untuk selalu siaga dan mengikuti informasi dari pihak berwenang.
