PT Jasamarga Japek Selatan (JJS) memastikan Ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan akan dibuka secara fungsional untuk periode arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Pembukaan ini bertujuan mengurai kepadatan lalu lintas di Jalan Tol Japek eksisting yang selama ini menjadi jalur utama pemudik.

Direktur Utama PT Jasamarga Japek Selatan, Charles Lendra, menjelaskan bahwa skema fungsional ini difokuskan bagi pengendara yang datang dari arah Tol Cipularang. Langkah ini diharapkan mampu mengalihkan sebagian arus kendaraan dan meminimalisir kemacetan pada titik pertemuan tol eksisting.

Kesiapan dan Jangkauan Lebih Panjang

“Sejak 15 Maret kemarin, Tol Japek Selatan sebetulnya sudah siap dilintasi meski memang penggunaannya untuk arus balik nanti berdasarkan kendali kepolisian. Akan tetapi kami tetap menyiapkan diri,” kata Charles di Cikarang, Kamis (19/3).

Charles menambahkan, akses fungsional arus balik tahun ini memiliki jangkauan lebih panjang dibandingkan periode mudik 2025. Ruas yang dapat dilintasi pemudik kini mencapai 52 kilometer (km), membentang dari Gerbang Tol (GT) Sadang di Ruas Cipularang hingga wilayah Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Dari titik tersebut, pemudik dapat melanjutkan perjalanan menuju Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 melalui Ruas Tol Cimanggis-Cibitung. Pengendara dapat memanfaatkan akses keluar di Kecamatan Setu.

“Saat ini belum tersambung secara langsung dari Japek Selatan ke Cimanggis-Cibitung. Tapi pengendara bisa keluar dahulu melalui Setu lalu masuk lagi ke GT Burangkeng. Karena jaraknya sangat dekat sekitar 100-150 m,” jelas Charles.

Tanpa Tarif Tambahan dan Fasilitas Pendukung

Selama beroperasi secara fungsional, pengendara tidak akan dikenakan biaya tambahan. Transaksi hanya dilakukan di GT Sadang untuk melunasi tarif Tol Cipularang, sedangkan perjalanan dari Sadang hingga Setu tidak dipungut tarif.

Selain titik akhir di wilayah Setu, pengelola juga menyiapkan tiga gerbang tol keluar alternatif, yaitu GT Kutanagara di Kabupaten Karawang serta GT Bojongmangu dan GT Sukaragam di Kabupaten Bekasi. GT Bojongmangu diprediksi menjadi titik favorit pengendara karena kapasitas gerbang yang lebih besar dan jalur arteri yang terkoneksi langsung dengan kawasan industri Deltamas, memudahkan pengendara kembali masuk Tol Japek melalui GT Cikarang Pusat atau Cibatu.

Charles juga memastikan kondisi jalan kini lebih siap dibandingkan tahun sebelumnya, ditunjang dengan optimalisasi penerangan jalan umum (PJU) serta pemasangan rambu-rambu yang lebih lengkap.

Fasilitas istirahat berupa parking bay juga disediakan setelah GT Bojongmangu. Di lokasi tersebut tersedia modular BBM bagi kendaraan yang kehabisan bahan bakar, serta tempat istirahat dengan makanan, minuman, hingga produk UMKM.

“Selain tersedia rest area dalam bentuk parking bay yang berlokasi setelah GT Bojongmangu. Tersedia pula modular BBM bagi pengendara yang mobilnya kehabisan bahan bakar, ada juga tempat istirahat dapat makanan, minuman, produk UMKM,” ucap Charles.

Keamanan dan Kelancaran Lalu Lintas

Dalam rangka mendukung keamanan dan kelancaran lalu lintas, 12 titik kamera pengawas (CCTV) telah dipasang guna memantau kondisi jalan secara realtime. Sejumlah armada operasional juga disiagakan selama 24 jam, mulai dari mobil patroli, ambulans, tim rescue, hingga mobil derek untuk membantu pemudik yang mengalami kendala di perjalanan.