Pembalap kebanggaan Indonesia, Sean Gelael, siap menghadapi tantangan baru di ajang balap mobil GT World Challenge Asia (GTWCA) yang berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 1-3 Mei 2026. Kali ini, Sean akan tampil solo di kelas Silver bersama tim Garage 75, sebuah keputusan yang ia ambil secara mandiri.
“Saya memilih balapan sendiri, karena memang dari tim harus balapan sendiri di GT World Challenge Asia di Sirkuit Mandalika,” ujar Sean Gelael setelah menyelesaikan sesi latihan di Lombok Tengah, Jumat (2/5/2026).
Penampilan solo ini menjadi adaptasi tersendiri bagi Sean, mengingat ini adalah kali pertama ia berlaga di Sirkuit Pertamina Mandalika dalam ajang GTWCA. Jadwal balapan yang padat juga menuntutnya untuk segera menemukan setelan terbaik dan strategi jitu agar mampu bersaing ketat dengan pembalap lain di race yang akan digelar Sabtu dan Minggu.
“Tentu ada strategi yang harus dilakukan supaya bisa bersaing dengan pembalap lainnya,” tegas pembalap yang mendapat dukungan dari Pertamina Lubricants ini.
Pada sesi latihan Jumat pagi, Sean Gelael fokus mencari setelan mobil yang optimal. Ia berhasil mencatatkan waktu terbaik 1 menit 29,2 detik. Hasil ini menjadi modal awal untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan sesungguhnya.
“Untuk target pasti semua pembalap ingin menjadi juara, termasuk tim ingin yang terbaik. Semoga saya bisa tampil dengan baik pada race pekan ini,” harap Sean, menunjukkan ambisi besarnya.
Sebelum GTWCA dimulai, Sean Gelael telah melakukan latihan intensif di sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut. Hal ini menunjukkan keseriusannya untuk tampil maksimal di ajang balap internasional ini.
GT World Challenge Asia sendiri menerapkan aturan ketat, di mana seluruh mobil yang digunakan adalah tipe GT3 dengan spesifikasi yang telah terhomologasi FIA. SRO Motorsport selaku penyelenggara juga menggunakan sistem Balance of Performance (BoP) untuk memastikan kesetaraan performa antar mobil, sehingga persaingan tetap kompetitif.
Kejuaraan ini terbagi dalam beberapa klasifikasi pebalap, yaitu Pro-Am, Silver-Am, Silver, dan Am. Penentuan kelas didasarkan pada kombinasi kategori pembalap (Platinum, Gold, Silver, Bronze) serta kewajiban asal wilayah tertentu, khususnya Asia. Setiap kelas akan memperebutkan podium di setiap balapan dan gelar juara umum di akhir musim.
