Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kencong, Jember, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pasokan gas LPG 3 Kilogram di sejumlah pangkalan dan agen pada Rabu (8/4/2026). Langkah ini diambil menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut, bahkan dengan harga yang melambung tinggi.

Dalam sidak tersebut, petugas menemukan bahwa harga gas LPG 3 Kg telah menembus angka Rp30 ribu per tabung di beberapa titik. Angka ini jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Sebelumnya, warga melaporkan harga jual yang bervariasi mulai dari Rp24 ribu hingga Rp27 ribu.

Camat Kencong Tegaskan Tindakan Tegas

Camat Kencong, Ronny Arvianto, menjelaskan bahwa sidak ini bertujuan untuk memastikan distribusi elpiji bersubsidi berjalan sesuai aturan dan mencegah potensi penyimpangan di lapangan. “Kami turun langsung untuk memastikan distribusi berjalan semestinya. Jika ada yang terbukti melakukan pelanggaran, baik penimbunan maupun menaikkan harga tidak wajar, akan kami tindak tegas sesuai aturan,” tegas Ronny, Rabu (8/4/2026).

Petugas menyisir berbagai titik penyaluran elpiji di wilayah Kecamatan Kencong dan menemukan adanya keterbatasan stok di sejumlah pangkalan. Kelangkaan ini disinyalir menjadi pemicu bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk menaikkan harga jual.

Ronny menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran, termasuk praktik penimbunan maupun permainan harga oleh oknum yang mencari keuntungan di tengah kesulitan masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa koordinasi dengan pihak distributor telah dilakukan guna mempercepat normalisasi pasokan gas melon tersebut.

Harapan Warga untuk Normalisasi Pasokan

Melalui sidak ini, Muspika Kencong berharap distribusi elpiji kembali normal dan harga di pasaran dapat dikendalikan. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh kebutuhan energi rumah tangga yang sangat vital ini.

Seorang warga Kencong yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan harapannya agar pemerintah segera mengambil langkah konkret. “LPG 3 Kilogram merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat kecil, khususnya untuk aktivitas memasak sehari-hari. Kami berharap kelangkaan ini tidak berkepanjangan,” ujarnya.