Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengusulkan penambahan luas lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya. Usulan ini meningkatkan kebutuhan lahan dari rencana awal 6 hektare menjadi 8 hektare, dengan tujuan mengakomodasi pembangunan stadion di lokasi yang sama.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menjelaskan bahwa penambahan lahan ini menjadi alasan tertundanya pembangunan Sekolah Rakyat. “Jadi kenapa Sekolah Rakyat di Sigi belum mulai dibangun, karena saya mengusulkan penambahan lahan dari 6 hektare menjadi 8 hektare, agar sekaligus dibangunkan stadion di lokasi Sekolah Rakyat tersebut,” kata Bupati Rizal saat ditemui awak media di Dolo, Jumat (27/3/2026).

Menurut rencana, pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi akan dimulai pada awal Juli 2026. Bupati Rizal memastikan bahwa semua persyaratan pembangunan telah terpenuhi. “Tentunya semua persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat di Sigi sudah ada semua, hanya ada beberapa dokumen masih dalam proses selanjutnya,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Sosial, sebanyak 104 Sekolah Rakyat akan segera dibangun di seluruh Indonesia pada tahun ini. Kabupaten Sigi dipastikan masuk dalam daftar tersebut. “Insya Allah Kabupaten Sigi sudah masuk daftar pembangunan Sekolah Rakyat tahun ini, karena saat ini di Sigi sudah ada rombongan belajar (rombel) Sekolah Rakyat di Sentra Nipotowe milik Kementerian Sosial,” sebutnya.

Saat ini, Sulawesi Tengah telah memiliki dua Sekolah Rakyat yang beroperasi, yaitu di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Sekolah Rakyat yang sudah ada di Sigi memiliki dua rombongan belajar tingkat SMP. Dengan pembangunan baru ini, Sekolah Rakyat di Sigi akan mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA.

Prioritas penerimaan siswa di Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga miskin, anak putus sekolah, serta anak-anak yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).