Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, mendorong pengembangan potensi budaya lokal melalui Festival Tapa Gogoso sebagai daya tarik utama pariwisata di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Inisiatif ini diharapkan mampu mengangkat kuliner dan tradisi daerah menjadi kekuatan ekonomi baru.

Saat ditemui awak media di Sigi pada Senin (6/4/2026), Rizal menegaskan, “Jadi Festival Tapa Gogoso merupakan langkah awal untuk mengangkat potensi kuliner dan budaya lokal menjadi kekuatan ekonomi baru daerah di Kabupaten Sigi.” Ia menjelaskan bahwa Tapa Gogoso memiliki nilai historis dan kultural yang kuat, khususnya sebagai hidangan khas masyarakat Sigi saat perayaan Idulfitri.

Menurut Rizal, pariwisata tidak hanya berfokus pada keindahan alam semata, melainkan juga pada kekayaan budaya yang menjadi identitas suatu daerah. “Jika berbicara pariwisata, bukan hanya soal keindahan alam, tetapi juga budaya yang menjadi identitas. Tapa Gogoso bagian dari budaya yang bisa kita kembangkan menjadi kuliner khas daerah,” ujarnya.

Pemerintah daerah, lanjut Rizal, berencana untuk meningkatkan skala Festival Tapa Gogoso. Kegiatan ini tidak hanya akan terbatas di Desa Kotarindau, Kecamatan Dolo, tetapi juga akan melibatkan seluruh desa di kecamatan tersebut. “Ke depan, festival ini tidak hanya di Kotarindau, tetapi bisa menjadi event bersama seluruh desa di Kecamatan Dolo, sehingga kita dorong dapat masuk dalam kalender event daerah,” sebutnya.

Pengembangan festival berbasis kuliner lokal seperti Tapa Gogoso dinilai sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong sektor pertanian dan pariwisata secara simultan. Dengan demikian, diharapkan terjadi sinergi yang menguntungkan bagi kedua sektor tersebut. Rizal optimis, “Dengan penguatan konsep festival dan dukungan lintas pihak, Tapa Gogoso diharapkan mampu menjadi ikon baru pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Sigi.”

Tapa Gogoso sendiri merupakan tradisi kuliner khas masyarakat Sigi, khususnya di wilayah Dolo. Hidangan ini identik dengan sajian berbahan dasar beras ketan, termasuk varian beras ketan hitam, yang selama ini menjadi favorit masyarakat saat hari raya.