Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, secara resmi membuka ajang Lembata Fishing Tournament 2026 pada Sabtu, 24 Mei 2026. Kompetisi mancing berskala internasional ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta mancanegara, termasuk Australia, Timor Leste, dan Malaysia.

Kegiatan yang mengusung tagline “Strike Bersama, Tingkatkan Persaudaraan dari Lembata untuk Indonesia dan Dunia” ini bertujuan ganda, yakni sebagai ajang promosi wisata bahari Lembata dan mempererat tali persaudaraan antarpeserta. Ketua Panitia, Heri Tanatawa, menegaskan bahwa potensi bahari Lembata sangat mendukung pelaksanaan turnamen berskala internasional.

“Karakteristik laut di Lembata sangat mumpuni untuk turnamen seperti ini. Hari ini dan besok arus laut diprediksi flat dan bersahabat bagi peserta,” ujar Heri Tanatawa, menyoroti kondisi arus laut yang kondusif selama perlombaan.

Meski target awal 50 tim, turnamen tahun ini diikuti oleh 18 tim. Panitia mengakui bahwa jumlah peserta belum maksimal akibat kendala transportasi dan tingginya biaya perjalanan menuju Lembata. Namun, mereka optimistis jumlah partisipan akan meningkat pada penyelenggaraan tahun berikutnya.

Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen ini mencapai Rp181 juta, yang bersumber dari APBD, sponsor, dan dukungan simpatisan. Panitia telah menyiapkan hadiah besar bagi para pemenang, dengan rincian sebagai berikut:

  • Juara pertama: Rp75 juta
  • Juara kedua: Rp50 juta
  • Juara ketiga: Rp35 juta

Selain itu, terdapat kategori penghargaan lain seperti total tangkapan ikan terbaik senilai Rp7 juta, spesies terbaik Rp7 juta, serta penghargaan kapten terbaik.

Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, termasuk rombongan dari Timor Leste, Malaysia, dan Australia. “Welcome to Lembata. Obrigado barak buat teman-teman dari Timor Leste,” ucap Bupati.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, OPD terkait, Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata, serta Ibu Ica atas peran besar mereka dalam penyelenggaraan kegiatan. Menurut Bupati, lomba mancing bukan sekadar hobi, melainkan juga sarana untuk mempererat tali persaudaraan, menjunjung sportivitas, dan menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

“Kami punya empat gunung yang indah, tradisi penangkapan ikan paus, Lewolein, Pantai Paheng Waq, dan air terjun yang indah. Sebarluaskan keindahan Lembata kepada dunia,” pesan Bupati, sembari mengingatkan peserta untuk menjaga kebersihan laut dan mengutamakan keselamatan. “Jaga laut kami saat berlomba, jaga keselamatan, dan selamat berlomba. Enjoy it,” tambahnya.

Dalam sesi konferensi pers, Bupati Petrus Kanisius Tuaq menyatakan rasa syukurnya karena kegiatan yang dipersiapkan dalam waktu singkat ini mampu menghadirkan peserta dari tiga negara. Ia berharap Piala Bergilir Bupati Lembata dapat menjadi daya tarik tahunan untuk memperkenalkan potensi daerah.

“Kita ingin menyampaikan kepada dunia bahwa Lembata itu indah dan ikannya banyak. Semakin banyak orang mengenal Lembata, semakin baik untuk daerah ini,” ujarnya.

Salah satu peserta asal Sydney, James, yang baru pertama kali mengikuti turnamen di Lembata, mengaku terkesan dengan pengalaman memancing di wilayah timur Indonesia. “Indonesia memang cukup mahal, tetapi transportasi bukan masalah besar. Tidak sulit untuk datang ke sini,” katanya.

Sementara itu, Ibu Ica, owner Engler Nekat Bali sekaligus salah satu sponsor, mengungkapkan bahwa ide penyelenggaraan turnamen berawal dari kegemarannya memancing. Ia meyakini potensi perairan Lembata dengan ikan berukuran besar sangat luar biasa. “Monster ikan di Lembata sangat luar biasa. Itu yang membuat kami yakin turnamen ini layak dikembangkan,” pungkasnya.