BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meluncurkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa di Balai Ternak Kuningan, Jawa Barat. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan kurban yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa program tersebut melampaui sekadar pelaksanaan ritual spiritual. Menurutnya, Iduladha memiliki makna yang lebih dalam bagi masyarakat.
“Kita sepakat bahwa Iduladha itu bukan hanya acara ritual semata, hanya kebiasaan berkurban saja, tetapi yang terpenting ini adalah wujud komitmen kita mengimplementasikan nilai-nilai agama tentang kebersamaan, tentang empati, tentang kepedulian, dan gotong royong,” ujar Dian dalam sambutannya di Acara Live Kurban Berkah Berdayakan Desa, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (27/5).
Dian menambahkan, nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail masih sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini. “Hari ini, nilai-nilai tentang pengorbanan, tentang keikhlasan, tentang ketaatan, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail masih sangat relevan. Jadi ini sangat luar biasa,” katanya.
Lebih lanjut, Dian menjelaskan bahwa program Baznas ini juga berfungsi sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas ekonomi, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan warga. “Program Baznas ini saya lihat bukan hanya ritual semata, ini menjadi instrumen kita bagaimana memberdayakan masyarakat dengan meningkatkan kapasitas ekonomi. Tentu dengan meningkatnya ekonomi, kesejahteraan juga insya Allah akan meningkat,” ungkapnya.
Dian optimistis bahwa pengelolaan kurban yang dilakukan secara profesional oleh Baznas mampu memberikan manfaat yang lebih luas dan mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kuningan. “Ini saya kira program yang memiliki dampak sosial dan ekonomi. Saya optimistis, melalui pengelolaan kurban yang profesional yang ditunjukan oleh Baznas bisa membuat Kuningan semakin sejahtera,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi Baznas karena telah memilih dan menjadikan Kabupaten Kuningan sebagai salah satu wilayah program unggulan, yaitu Balai Ternak. “Mudah-mudahan program Balai Ternak yang digagas Baznas ini dapat membantu mengatasi berbagai persoalan yang masih kami hadapi, termasuk kemiskinan dan pengangguran,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Dian menyampaikan kepercayaannya terhadap Baznas karena dinilai memiliki tata kelola yang profesional dalam mengelola dana umat, termasuk zakat, infak, sedekah, dan kurban. “Kenapa saya sangat percaya kepada Baznas? Karena pengelolaan mereka sangat profesional. Saya selalu mengajak ASN untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Baznas,” ujarnya.
Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, dengan penyembelihan hewan kurban dilakukan di 103 titik balai ternak Baznas yang tersebar di 15 provinsi.
