Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mendorong seluruh tenaga pendidik di wilayahnya untuk terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri. Langkah ini ditekankan agar para guru mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai moral dan budaya bangsa.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, pada Senin (25/5) di Banawa, menegaskan pentingnya adaptasi guru terhadap kemajuan teknologi dan perubahan sosial. “Tentunya perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial, hingga dinamika global menuntut dunia pendidikan untuk terus bergerak maju,” ujar Vera.
Menurut Vera, peran guru saat ini telah melampaui sekadar mengajar siswa. Guru diharapkan juga menjadi pembimbing, motivator, inovator, sekaligus teladan bagi peserta didik. Ia menambahkan, “Ke depan harus lahir gagasan yang konstruktif dan adaptif terhadap kebutuhan pembangunan pendidikan di Kabupaten Donggala.”
Vera juga menyoroti peran strategis organisasi profesi seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Ia berharap PGRI dapat aktif berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut. “Harapannya PGRI Kabupaten Donggala bisa menjadi organisasi yang solid dan profesional dalam memperjuangkan aspirasi guru serta mendukung kemajuan pendidikan nasional khususnya di Kabupaten Donggala,” katanya.
Pemerintah daerah, lanjut Vera, berkomitmen penuh mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai upaya. Ini mencakup peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, pemerataan distribusi guru, serta membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Fokus utama lainnya adalah penguatan pendidikan karakter yang harus diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah-sekolah. Vera menekankan sinergi antara pemerintah daerah dan tenaga pendidik. “Jadi memang penting keterlibatan dan sinergi antara pemerintah daerah dan tenaga pendidik untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Donggala,” pungkasnya.
