Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, menyalurkan bantuan 1,2 ton ikan segar dan olahan perikanan kepada masyarakat di Desa Malino dan Lumbulama, Kecamatan Banawa Selatan. Bantuan ini merupakan upaya serius pemerintah daerah dalam mengatasi masalah stunting dan kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menjelaskan bahwa program ini menyasar keluarga yang masuk dalam kategori berisiko stunting dan kemiskinan ekstrem. Penyaluran bantuan dilakukan pada Sabtu (2/5/2026).
Intervensi Gizi untuk Pertumbuhan Anak
Vera Elena Laruni menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah terpencil. “Jadi selain ikan segar, bantuan itu berupa 708 paket olahan perikanan melalui Dinas Perikanan Kabupaten Donggala,” katanya saat ditemui di Banawa, Sabtu (2/5/2026).
Bantuan ikan segar dan olahan perikanan, yang terdiri dari abon dan stik ikan, diberikan kepada 159 kepala keluarga (KK) di Desa Malino dan 195 KK di Desa Lumbulama. Total 354 keluarga penerima manfaat ini diharapkan dapat meningkatkan asupan protein hewani untuk pertumbuhan anak-anak mereka.
“Untuk bantuan ikan dan olahan perikanan terdiri dari abon dan stik ikan diberikan kepada 159 kepala keluarga di Desa Malino dan di Desa Lumbulama sebanyak 195 KK,” ucap Vera.
Program intervensi gizi ini memprioritaskan daerah terpencil, terluar, dan terdalam di Kabupaten Donggala. Vera menyebutkan bahwa penerima bantuan didasarkan pada data kemiskinan desil 1 dan 2 yang bersumber dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Donggala, memastikan bantuan tepat sasaran.
Tantangan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di Donggala
Data menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan ekstrem di Kabupaten Donggala pada tahun 2024 mencapai 47.680 jiwa atau setara 15,30 persen dari total penduduk. Angka ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.
Selain itu, Kabupaten Donggala juga menghadapi tantangan dalam menurunkan angka stunting. Pada tahun 2025, angka stunting di daerah tersebut mencapai 29,6 persen. Pemerintah daerah menargetkan prevalensi stunting dapat ditekan hingga 24,3 persen pada tahun 2026.
Penyaluran bantuan ikan ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan dalam mencapai target penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Donggala.
