Sebanyak 582 calon jemaah haji dari Kabupaten Bandung mengikuti bimbingan manasik haji tingkat kabupaten di Masjid Agung Al-Fathu pada Sabtu (4/4). Kegiatan ini menjadi pembekalan komprehensif bagi para calon jemaah agar dapat melaksanakan ibadah haji secara aman, nyaman, dan meraih predikat haji mabrur.
Pembekalan Komprehensif untuk Jemaah
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bandung, Dudi Suryadarma, menjelaskan bahwa para jemaah yang akan diberangkatkan tahun ini terdiri dari 267 laki-laki dan 315 perempuan. Jemaah termuda berusia 14 tahun, sementara yang tertua mencapai 90 tahun.
“Bimbingan manasik haji bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan bentuk kesungguhan pemerintah dalam mengantarkan jemaah menuju kesuksesan ibadah, baik secara spiritual maupun sosial,” jelas Dudi.
Melalui manasik, pihaknya ingin memastikan jemaah mampu melaksanakan ibadah haji secara mandiri tanpa selalu bergantung pada pembimbing. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terwujudnya kesuksesan ekonomi haji, di mana kebutuhan jemaah dapat dipenuhi oleh produk dalam negeri, termasuk dari pelaku UMKM lokal.
Dudi berharap ibadah haji juga membawa dampak positif pada perubahan perilaku jemaah ke arah yang lebih baik, baik dalam aspek ibadah maupun kehidupan sosial. “Setiap tahun Kabupaten Bandung mengirimkan cukup banyak jemaah. Kami berharap mereka pulang dengan membawa nilai-nilai positif yang dapat memperkuat peradaban di daerah,” tuturnya.
Dengan mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan”, kegiatan ini menyoroti tingginya jumlah jemaah lanjut usia yang berusia di atas 64 tahun, mencapai sekitar 30 persen. Oleh sebab itu, Dudi mengajak jemaah lainnya untuk saling membantu dan meningkatkan kepedulian selama pelaksanaan ibadah.
Bupati Bandung Soroti Penurunan Kuota Haji
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mengucapkan selamat kepada para calon jemaah haji yang akan berangkat tahun ini. Ia mengungkapkan bahwa kuota jemaah haji Kabupaten Bandung mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya Kabupaten Bandung mendapatkan kuota sekitar 2.500 jemaah per tahun, namun tahun ini jumlahnya lebih sedikit. Insyaallah ke depan akan kita perjuangkan agar kembali normal,” tandas Dadang.
Dadang juga berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga niat semata-mata karena Allah SWT serta menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah. “Saya titip kepada para calon jemaah haji untuk menjaga niat lillahita’ala. Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, keselamatan, hingga kembali lagi ke Kabupaten Bandung dengan selamat,” imbuhnya.
