Sebanyak 315 istri di Kabupaten Bojonegoro mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya pada awal tahun 2026. Data dari Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro menunjukkan, sepanjang bulan Januari 2026, total 409 perkara cerai telah terdaftar.
Panitera PA Bojonegoro, Solikin Jamik, mengungkapkan bahwa setelah dilakukan penelusuran, mayoritas penggugat berasal dari kalangan perantau yang bekerja di luar daerah. Menurut Solikin, persoalan rumah tangga yang selama ini terpendam sering kali mencuat saat mereka pulang kampung.
“Biasanya mereka (penggugat) pulang kampung saat momen tahun baru dan Natal, dan pada saat itulah persoalan rumah tangga yang selama ini dipendam akhirnya diluapkan dengan mendaftar cerai,” ujar Solikin pada Rabu (4/2/2026).
Solikin menjelaskan, sebagian besar penggugat bekerja di sektor informal dan industri, seperti pegawai pabrik, penjaga toko, hingga pekerja UMKM di kota-kota besar. Jarak yang memisahkan serta minimnya intensitas pertemuan dengan pasangan disebut menjadi faktor utama yang memperbesar potensi konflik rumah tangga.
“Yang paling banyak memang pegawai pabrik, penjaga toko, dan pekerja UMKM di kota,” beber Solikin.
Selain faktor pekerjaan dan jarak, latar belakang pendidikan juga menjadi sorotan. Solikin menyebutkan bahwa perkara cerai gugat ini didominasi oleh penggugat dengan pendidikan terakhir Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Rata-rata pendidikannya SMP. Setelah lulus, mereka tidak melanjutkan ke SMA dan langsung bekerja di pabrik-pabrik di kota. Dalam proses itu, mereka berinteraksi dengan lingkungan baru dan tidak sedikit yang kemudian terjerumus dalam perselingkuhan,” jelasnya.
Kondisi tersebut, lanjut Solikin, menjadi salah satu pemicu utama peningkatan angka perceraian di awal tahun ini. Ia berharap fenomena ini dapat menjadi bahan refleksi bagi masyarakat luas.
“Ini menjadi pembelajaran bahwa kesiapan mental dalam membina rumah tangga itu sangat penting. Selain itu, kematangan pendidikan juga menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga keutuhan pernikahan,” pungkas Solikin.
