Perum Bulog Sulawesi Tengah (Sulteng) menggandeng penyuluh pertanian lapangan (PPL) di provinsi tersebut guna mempercepat penyerapan beras dari petani lokal. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi upaya antisipasi terhadap fluktuasi harga di tingkat petani.

Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulteng, Jusri, menjelaskan bahwa langkah strategis ini juga merupakan bagian dari upaya antisipasi jika sewaktu-waktu harga di tingkat petani anjlok. “Langkah ini juga bagian dari upaya antisipasi bila sewaktu-waktu harga ditingkat petani anjlok, sehingga koordinasi lapangan lebih cepat dan terukur,” kata Jusri di Palu pada Selasa (24/2/2026).

Jusri menambahkan, kolaborasi antara Bulog dan PPL ini memiliki asas simbiosis mutualisme. Penyuluh pertanian berperan sebagai penghubung vital antara Bulog dan petani kecil yang seringkali menghadapi kendala dalam memasarkan hasil panen mereka.

Untuk tahun 2026, Bulog Sulteng memiliki target penyerapan beras sebanyak 11.000 ton dan jagung 3.300 ton. Hingga Februari 2026, realisasi penyerapan beras tercatat 304 ton, sementara penyerapan jagung belum terealisasi.

“Informasi terkait harga pangan sangat penting, menggandeng penyuluh pertanian menurut kami sangat ideal mengakses informasi. Kalau harga di atas pembelian Bulog artinya baik, jika di bawah artinya perlu kami turun ke lapangan bertindak cepat,” ujar Jusri.

Dalam kerangka kolaborasi ini, Perum Bulog telah mengadakan pertemuan dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah, yang merupakan koordinator PPL di wilayah tersebut. Saat ini, status aparatur sipil negara (ASN) penyuluh pertanian telah beralih dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat. Perubahan ini memungkinkan laporan terkait harga di lapangan langsung tersampaikan ke Kementerian Pertanian (Kementan), sehingga koordinasi dalam melakukan intervensi dapat berjalan lebih cepat.

“Langkah strategis ini kami lakukan untuk percepatan realisasi penyerapan komoditas pertanian yang ditugaskan pemerintah. Semakin cepat terserap hasil panen petani, maka semakin kuat ketahanan pangan nasional,” tegas Jusri.

Ia berharap sinergitas dengan BRMP dapat mendukung pencapaian target penyerapan komoditas pertanian dalam negeri, yang pada akhirnya akan memperkuat tujuan swasembada pangan. “Sebagai lembaga yang ditugaskan pemerintah dalam urusan logistik pangan, maka kami berkomitmen memperkuat penyerapan hasil pertanian. Selama Ramadhan 1447 Hijriah/2026 kami juga memastikan ketersediaan bahan pangan sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.