Perum Bulog Kantor Cabang Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, berhasil menyerap total 86,859 ton komoditas gabah dan jagung dari petani serta mitra penggilingan sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan komitmen Bulog dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Rincian Serapan dan Penyaluran

Kepala Gudang Bulog Bengkulu Utara, Vantho Yudistira, merinci bahwa dari total serapan tersebut, gabah menyumbang 78,6 ton, sementara jagung mencapai 8,259 ton.

“Pada 2025 serapan gabah sebanyak 78 ton 600 kilogram, sedangkan jagung mencapai 8 ton 259 kilogram,” kata Vantho di Bengkulu, Jumat (30/1/2026).

Vantho menjelaskan, gabah yang telah diserap tersebut telah disalurkan kepada masyarakat melalui program Beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP). Sementara itu, jagung hasil serapan masih tersimpan di gudang Bulog.

Penyaluran jagung masih menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat. “Saat gabah yang sudah menjadi beras SPHP telah disalurkan dan untuk jagung masih disimpan karena memang belum ada juknis terkait penyalurannya,” tambahnya.

Tantangan dan Rencana 2026

Dalam proses serapan jagung, Bulog Bengkulu Utara kerap menghadapi kendala. Beberapa petani membawa jagung dengan kadar air yang tidak sesuai dengan ketentuan standar Bulog, yang mempengaruhi kualitas dan proses penyimpanan.

Meskipun demikian, program serapan jagung akan terus berlanjut pada tahun 2026. Bulog mengimbau para petani untuk meningkatkan kualitas jagung agar sesuai dengan standar yang ditetapkan.

“Selain beras, program serapan jagung masih berlanjut pada 2026 dan para petani diimbau untuk meningkatkan kualitas jagung sesuai dengan standar Bulog,” ujar Vantho.

Untuk tahun 2026, Bulog Bengkulu Utara menyatakan kesiapannya untuk kembali melaksanakan program serapan gabah dan jagung. Saat ini, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat guna memastikan kelancaran program demi mendukung ketahanan pangan nasional.