Tim Supervisi Asisten Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) melakukan kunjungan kerja ke Markas Komando (Mako) Polresta Tangerang, Minggu, 15 Maret 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari pengecekan kesiapan Operasi Ketupat Maung 2026 yang telah memasuki hari ketiga, bertujuan memastikan pengamanan mudik Lebaran dan perayaan hari besar berjalan optimal, aman, dan kondusif di wilayah hukum Polda Banten.

Dipimpin langsung oleh Brigjen Pol Hando Wibowo, S.I.K., M.Si., M.Han., tim supervisi yang terdiri dari sejumlah perwira menengah Mabes Polri, didampingi oleh tim dari Polda Banten, melakukan inspeksi menyeluruh. Pengecekan mencakup kesiapan personel hingga sarana dan prasarana yang digunakan di lapangan.

Dalam arahannya, Brigjen Hando Wibowo menegaskan pentingnya kehadiran nyata Polri di tengah masyarakat. “Bapak Astamaops memerintahkan agar Polri benar-benar hadir di lapangan. Tagline ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’ jangan hanya menjadi slogan di spanduk, tapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui kerja keras kita semua,” tegas Brigjen Hando di hadapan Kapolresta Tangerang dan jajaran Kasatgas Ops Ketupat.

Instruksi Strategis untuk Operasi Ketupat Maung 2026

Beberapa instruksi strategis ditekankan Brigjen Hando selama kunjungan, guna memastikan kelancaran dan keamanan selama periode mudik:

  • Pengawasan Ketat Personel: Tim Supervisi meminta agar seluruh anggota yang terploting dalam Surat Perintah (Sprin) berada di titik penjagaan yang telah ditentukan. “Jangan sampai ada anggota yang keberadaannya tidak jelas saat masyarakat membutuhkan,” tambahnya.
  • Antisipasi Berita Hoaks: Polri diminta untuk sigap mengantisipasi penyebaran hoaks di media sosial. Hal ini penting untuk mencegah gangguan terhadap kekhusyukan ibadah dan kenyamanan pemudik di era digital saat ini.
  • Inovasi “Police Tube”: Brigjen Hando mendorong anggota untuk aktif mengunggah video kegiatan lapangan melalui aplikasi Police Tube. Inisiatif ini memungkinkan pimpinan Polri, termasuk Kapolri, untuk memantau langsung dinamika dan tantangan yang dihadapi anggota di garda terdepan.
  • Toleransi Beragama: Pengamanan tahun ini memiliki kekhususan karena momen Lebaran berbarengan dengan perayaan Ibadah Nyepi oleh umat Hindu. Sinergi antar-stakeholder sangat diperlukan untuk menjamin kedua kegiatan keagamaan ini berjalan harmonis.
  • Adaptasi Pola Kerja: Dengan adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang dimulai 16 Maret bagi sebagian sektor kantor, Polri memprediksi pergerakan masyarakat akan lebih dinamis. Oleh karena itu, kewaspadaan harus ditingkatkan.

Kunjungan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini diakhiri dengan evaluasi pos pengamanan dan pelayanan. Melalui supervisi ketat ini, diharapkan Operasi Ketupat Maung 2026 di wilayah hukum Polda Banten dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara signifikan. “Kita semua adalah bagian dari satu sistem yang saling berkaitan. Mari kita amankan kegiatan masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” pungkas Brigjen Hando.