Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga rata-rata nasional untuk komoditas cabai rawit melonjak signifikan pada minggu pertama Februari 2026. Tercatat, harga cabai rawit mencapai Rp63.138 per kilogram, mengalami kenaikan sebesar 9,82 persen dibandingkan harga pada Januari 2026 yang berada di level Rp57.492 per kilogram.
Deputi Statistik dan Distribusi Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang dipantau secara daring di Jakarta pada Senin, 9 Februari 2026, menegaskan bahwa harga tersebut telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen yang ditetapkan sebesar Rp57.000 per kilogram.
“HAP-nya Rp57.000 (per kilogram). Di bulan Februari sudah Rp63.000,” ujar Ateng.
Kenaikan harga cabai rawit ini tidak terjadi secara sporadis, melainkan meluas di 52,5 persen wilayah Indonesia. Sebanyak 189 kabupaten/kota di seluruh Indonesia mengalami peningkatan harga komoditas pedas ini.
Disparitas harga cabai rawit juga terpantau sangat tinggi. Harga tertinggi tercatat di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, yang mencapai Rp200 ribu per kilogram. Sementara itu, Kabupaten Mappi di Papua Selatan mencatat harga Rp190 ribu, dan Kabupaten Intan Jaya di Papua Tengah mencapai Rp170 ribu per kilogram.
“Jadi disparitas harganya untuk cabai rawit cukup tinggi juga, dan juga jumlah kabupaten-kota yang mengalami peningkatan Indeks Perkembangan Harganya untuk cabai rawit cukup banyak juga,” kata Ateng menjelaskan fenomena kenaikan ini.
BPS juga menggarisbawahi bahwa lonjakan harga cabai rawit tidak hanya terkonsentrasi di wilayah timur Indonesia. Kenaikan harga merata di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah. Beberapa kabupaten/kota di Jawa dan Bali juga mengalami kenaikan signifikan, di antaranya Kabupaten Pamekasan (Jawa Timur) dengan harga Rp82 ribu per kg, Kabupaten Sidoarjo (Jawa Timur) Rp77 ribu, Kabupaten Tuban (Jawa Timur) Rp78 ribu, Kabupaten Jembrana (Bali) Rp77 ribu, Kabupaten Sampang (Jawa Timur) Rp71 ribu, Kabupaten Sragen (Jawa Tengah) Rp74 ribu, dan Kabupaten Blitar (Jawa Timur) Rp58 ribu.
