Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban mengonfirmasi bahwa enam kecamatan di wilayahnya diterjang banjir bandang dan angin kencang pada Rabu (4/3/2026). Bencana ini dipicu oleh hujan deras berintensitas lama di kawasan perbukitan yang gundul, menyebabkan material lumpur terbawa arus dan sejumlah pohon tumbang menimpa rumah warga.

Meskipun dampak kerusakan cukup luas, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tuban telah diterjunkan ke lokasi terdampak untuk memberikan bantuan kepada masyarakat.

Respons Cepat BPBD Tuban

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tuban, Sudarmadji, menyatakan pihaknya telah mengambil langkah cepat. “Iya betul, kami telah mengirimkan personel ke lokasi terdampak untuk melakukan kaji cepat (assessment), proses evakuasi, serta koordinasi lintas sektor guna memastikan keselamatan warga,” ujar Sudarmadji pada Rabu (4/3) petang.

Sudarmadji menambahkan, instansinya menerima laporan awal kejadian bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah pada Senin (2/3) pukul 15.00 WIB, sebelum banjir bandang utama menerjang pada Rabu (4/3). Enam kecamatan yang terdampak meliputi Plumpang, Semanding, Tuban, Kerek, Merakurak, dan Montong.

Dampak di Berbagai Desa

Berdasarkan data awal, banjir dilaporkan terjadi secara merata di beberapa desa. Di antaranya adalah Desa Sumurgung di Kecamatan Tuban, Desa Genangharjo dan Desa Sambongrejo di Kecamatan Semanding. Selain itu, Desa Ngrayung di Kecamatan Plumpang, Desa Kapu dan Mandirejo di Kecamatan Merakurak, serta Desa Sumurgung di Kecamatan Montong juga turut terdampak.

Insiden pohon tumbang yang menimpa rumah warga tercatat di Desa Prungahankulon, Kecamatan Semanding. Setidaknya enam fasilitas umum (fasum) juga terdampak dan membutuhkan pembersihan lumpur pascabanjir.

Fasilitas Umum dan Rumah Terdampak

Fasum yang terendam lumpur meliputi gedung MI Salafiyah di Desa Mandirejo, Merakurak; SDN Sumurgung di Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban; Mushola dan SDN 1 di Desa Ngrayung, Kecamatan Plumpang; serta SDN Genaharjo 2 di Kecamatan Semanding.

Selain itu, dua unit rumah di Desa Grabagan dan Penambangan juga terdampak banjir, serta satu rumah di Desa Prunggahankulon, Kecamatan Semanding, tertimpa pohon tumbang.

“Tidak ada korban jiwa. Kerugian materi masih kita lakukan pendataan,” pungkas Sudarmadji.

sumber gambar: gesit.id