MAMUJU, Kilatnews.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyatakan kesiapsiagaan penuh pasca bencana longsor dan banjir yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Mamasa dan Polewali Mandar pada Sabtu, 16 Mei 2026. Bencana ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang berlangsung cukup lama, menyebabkan kondisi tanah menjadi labil.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan komitmen lembaganya dalam penanganan bencana. “Kami tetap bersiaga 24 jam dan siap turun apabila terdapat permohonan bantuan dari pemerintah kabupaten maupun penetapan status tanggap darurat,” kata Yasir Fattah di Mamuju, Sabtu.
Dampak Longsor dan Banjir di Mamasa
Di Kabupaten Mamasa, hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Aralle mengakibatkan banjir disertai longsor. Material longsor yang terbawa arus sungai deras masuk ke permukiman warga, merusak sejumlah rumah.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Mamasa, tiga unit rumah warga mengalami rusak berat, dua rusak sedang, dan dua unit lainnya rusak ringan. Sebanyak tujuh kepala keluarga atau 23 jiwa terdampak memilih mengungsi sementara ke rumah keluarga masing-masing sambil menunggu kondisi dinyatakan aman.
BPBD Kabupaten Mamasa telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi bencana bersama Tagana Kabupaten Mamasa. BPBD Sulbar juga telah mengirimkan tim asesmen. “Untuk kejadian di Aralle sudah ada laporan resmi dan bantuan juga sudah bergerak ke lokasi, bahkan kami sudah menurunkan dua orang tim asesmen,” jelas Yasir Fattah.
Longsor di Polewali Mandar
Selain di Mamasa, laporan awal juga menyebutkan tanah longsor terjadi di Dusun Katimbang, Desa Katimbang, Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar. Longsor sepanjang kurang lebih 70 meter tersebut mengakibatkan empat rumah warga mengalami kerusakan, dengan dua rumah dilaporkan rusak ringan dan dua rumah lainnya mengalami rusak parah.
Yasir Fattah menambahkan bahwa penanganan kejadian di Polewali Mandar masih dalam tahap asesmen. “Sementara kejadian lain masih dalam tahap asesmen sehingga belum bisa dirilis secara resmi,” ujarnya.
Imbauan Kewaspadaan
Mengingat curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir, BPBD Sulbar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. “Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari terakhir,” kata Yasir Fattah.
