Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Dako, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, pada Rabu (25/3/2026). Kedua pendaki tersebut ditemukan dalam kondisi selamat oleh petani setempat.
Proses Penemuan dan Evakuasi
Kepala Kantor SAR atau Basarnas Palu, Muh Rizal, menjelaskan bahwa timnya menerima laporan penemuan korban dari petani. “Tim SAR menerima laporan bahwa kedua korban ditemukan petani, atas informasi itu tim SAR bergerak ke titik penemuan korban dan langsung melakukan evakuasi,” kata Rizal di Palu, Rabu.
Berdasarkan laporan dari tim di lapangan, kedua korban, Agul (21) dan Moh Rifal (18), ditemukan dalam kondisi kelelahan. Mereka segera dilarikan ke Puskesmas Baolan, Kecamatan Baolan, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Titik penemuan kedua pendaki ini cukup jauh dari lokasi peristirahatan mereka sebelumnya, yakni di Pos 3 Gunung Dako, Desa Lakatan, Kecamatan Galang. Koordinat penemuan tercatat di 0°59’25.95″N-120°52’22.16″E, berjarak sekitar 14 kilometer arah barat daya dari lokasi kejadian awal.
Rizal menambahkan, penemuan korban terjadi pada Rabu sekitar pukul 13.50 Wita. Tim SAR yang saat itu sedang melakukan pencarian intensif di Pos 3 Gunung Dako langsung bergerak setelah menerima informasi tersebut.
Apresiasi dan Imbauan Keselamatan
Muh Rizal menyampaikan apresiasi atas kerja sama semua pihak yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi ini. “Kami berterima kasih atas kerja sama tim di lapangan. Kami juga berterima kasih kepada petani yang menemukan korban, ini semua berkat pertolongan Tuhan yang Maha Esa,” ujarnya.
Operasi pencarian dan evakuasi ini dinyatakan selesai dan ditutup pada pukul 14.20 Wita setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dan mendapat penanganan. Tim SAR gabungan yang terlibat meliputi personel Unit Siaga SAR (USS) Tolitoli, bhabinkamtibmas, BPBD, aparat desa, serta warga setempat.
Menyikapi insiden ini, Rizal mengimbau masyarakat agar selalu memprioritaskan keselamatan saat melakukan kegiatan pendakian gunung. “Kami mengimbau masyarakat yang melakukan kegiatan pendakian gunung wajib memperhatikan keselamatan, lalu membawa logistik yang cukup serta wajib memperhatikan kondisi alam sebelum mendaki, karena kondisi membahayakan keselamatan jiwa sangat berpotensi terjadi,” tegasnya.
