Dukungan penuh dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menjadi momentum strategis bagi Perum Bulog untuk memperluas kepercayaan terhadap produk pangan nasional di pasar internasional. Hal ini ditegaskan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyusul komitmen Kemenhaj untuk mewajibkan penggunaan beras Bulog bagi seluruh dapur yang melayani jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Rizal Ramdhani menyatakan hal tersebut dalam keterangan resminya di Jakarta pada Rabu, 18 Februari 2026. Pernyataan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang digelar bersama Kementerian Haji dan Umrah di Mess Haji Mekkah, Arab Saudi, pada Selasa (17/02). Rapat tersebut turut dihadiri oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf.
Perkuat Kepercayaan Produk Pangan Nasional
Menurut Rizal, dukungan Kemenhaj bukan hanya sekadar pasokan, melainkan juga sebuah validasi kualitas. “Dukungan penuh dari Kementerian Haji dan Umrah merupakan momentum strategis untuk memperluas kepercayaan terhadap produk pangan nasional di tingkat internasional,” kata Rizal.
Ia menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan bukti nyata kemampuan produk dalam negeri bersaing di kancah global. “Ini adalah langkah nyata dalam menghadirkan kualitas pangan terbaik bagi jamaah haji Indonesia sekaligus menunjukkan beras produksi dalam negeri mampu memenuhi standar internasional,” ujarnya.
Menindaklanjuti kebijakan tersebut, jajaran Perum Bulog bergerak cepat untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan. Rizal menjelaskan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah teknis dan administratif yang diperlukan sesuai aturan dan prosedur pemerintah terkait mekanisme ekspor ke luar negeri.
Bulog berkomitmen penuh dalam menjaga kualitas, kontinuitas pasokan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Hal ini demi mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 2026 dan memperkuat posisi produk pangan Indonesia di pasar global. Rizal juga menegaskan kesiapan Bulog dalam penyediaan beras Nusantara bagi jemaah haji Indonesia di tahun 2026.
Kemenhaj Wajibkan Penggunaan Beras Bulog
Dalam pertemuan di Mekkah, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf secara tegas memberikan dukungan penuh terhadap program beras Bulog untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia tahun 2026. “Kementerian Haji dan Umrah mendukung penuh terkait program ini, untuk itu kami mewajibkan seluruh dapur di Madinah dan Makkah yang melayani jamaah haji Indonesia sebanyak kurang lebih 215.000 orang untuk menggunakan beras Bulog,” kata Menhaj.
Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Bidang Pangan yang dilaksanakan pekan lalu, pemerintah telah menetapkan rencana pengiriman awal sebanyak 2.280 ton beras premium. Pengiriman tahap awal ini dijadwalkan pada minggu ketiga Februari 2026.
Pengiriman tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji tahun ini, sekaligus menandai langkah awal Indonesia dalam memasuki rantai pasok pangan untuk sektor haji dan umrah di Arab Saudi.
