PARIGI MOUTONG – Ribuan warga terdampak banjir di Kecamatan Moutong dan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parimo memastikan air yang sempat merendam wilayah tersebut kini telah surut.
“Warga terdampak ada yang memilih tetap di rumah, ada pula yang mengungsi ke rumah kerabat mereka. Dilaporkan hari kedua pascabanjir, para pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing,” ujar Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, di Parigi, Sabtu (4/4/2026).
Rivai menjelaskan, banjir terjadi pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 17.00 Wita. Kejadian ini dipicu oleh hujan lebat berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan sungai-sungai di Kecamatan Moutong dan Taopa meluap.
Tujuh Desa Terdampak, Ratusan KK Mengungsi
Total tujuh desa dilaporkan terdampak banjir. Desa-desa tersebut meliputi Gio Barat, Moutong Utara, Pande, dan Pandelalap di Kecamatan Moutong, serta Paria, Tompo, dan Sibatang di Kecamatan Taopa.
“Warga terdampak di Kecamatan Moutong sekitar 227 kepala keluarga (KK), lalu di Kecamatan Taopa tujuh KK, termasuk 25 balita dan 15 lansia,” tambahnya.
Data kerusakan menunjukkan, di Desa Gio Barat, satu rumah mengalami rusak ringan. Sementara itu, di Desa Pandelalap, enam titik tanggul dilaporkan jebol dan satu jembatan mengalami kerusakan.
Sektor pertanian juga tak luput dari dampak banjir. Di Desa Pandelalap, tiga hektare kebun sawit, satu hektare kebun jagung dan cabai, serta lima hektare kebun kelapa terdampak.
“Sekitar 15 hektare kebun kakao, lima hektare kebun kelapa terdampak, dan 10 hektare kebun jagung rusak total di Desa Pande,” jelas Rivai.
Upaya Pembersihan dan Penanganan
Meski sebagian besar warga telah kembali, Rivai menyebut beberapa wilayah masih tergenang. Tim gabungan yang terdiri dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Parigi Moutong, relawan TRC Moutong dan Taopa, personel Polri, serta pemerintah desa dan warga setempat, terus bergotong royong membersihkan sisa-sisa material lumpur.
“Adapun tim terlibat dalam penanganan banjir yakni tim reaksi cepat (TRC) BPBD Parigi Moutong, relawan TRC Moutong, TRC Taopa, personel Polri, pemerintah desa, dan warga setempat,” pungkasnya.
