Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tengah melakukan pengecekan dan asesmen terhadap sembilan unit rumah warga di Desa Kuta. Rumah-rumah tersebut diduga rusak akibat bencana alam likuifaksi atau pergeseran tanah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi di lereng perbukitan tersebut.

Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf, pada Kamis (26/03/2026) menyatakan, “Ada sembilan unit rumah yang rusak akibat faktor cuaca penggeseran tanah atau likuifaksi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.” Ia menambahkan bahwa kondisi rumah-rumah yang rusak secara tiba-tiba tersebut kini tidak bisa ditempati, memaksa warga untuk mengungsi.

“Tembok dan atap rumah warga rusak secara tiba-tiba, akibat pergerakan tanah,” jelas Ridwan. Pihaknya masih belum dapat memastikan secara definitif penyebab kerusakan tersebut adalah likuifaksi. Oleh karena itu, BPBD Lombok Tengah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Provinsi NTB untuk melibatkan ahli dalam mengecek struktur tanah di lokasi kejadian.

“Kami telah melakukan koordinasi dan melibatkan ahli untuk mengecek struktur tanah tersebut. Apakah rusak akibat pergerakan tanah atau tidak,” kata Ridwan. Ia menegaskan bahwa langkah penanganan lebih lanjut akan dilakukan setelah hasil pengecekan struktur tanah keluar, guna mencegah peristiwa serupa terulang.

Meskipun lokasi kejadian berada di lereng perbukitan, Ridwan menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi berbeda dengan longsor pada umumnya. “Kalau longsor rumah warga pasti tertimbun tanah, tetapi ini tiba-tiba rusak. Dugaan sementara likuifaksi,” ujarnya.

Saat ini, warga yang terdampak telah mendirikan tenda pengungsian, sementara sebagian lainnya memilih untuk tinggal di rumah tetangga atau keluarga. BPBD Lombok Tengah juga telah mempersiapkan bantuan logistik sementara dan sedang menunggu hasil asesmen kebutuhan dari warga yang terdampak bencana.

“Hari ini tim sedang turun melakukan asesmen, untuk penyaluran bantuan logistik sedang dipersiapkan,” pungkas Ridwan.