Ribuan warga di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terdampak bencana banjir yang melanda sejak Senin (26/1) dan Selasa (27/1). Data terbaru pada Rabu (28/1) menunjukkan 2.742 warga terdampak, dengan 206 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu, Dadang Oce Iskandar, menjelaskan bahwa banjir merendam Kelurahan Margadadi dan Desa Tambak di Kecamatan/Kabupaten Indramayu. “Sebanyak 913 rumah dan 4 fasum terendam banjir. Ada 2.742 warga yang terdampak,” tutur Oce, Rabu (28/1).

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut menyebabkan sejumlah ruas jalan protokol tergenang air dengan ketinggian 10 cm hingga 30 cm. Jalan-jalan yang terdampak antara lain Jalan DI Panjaitan, Jalan Tridaya Barat, dan Jalan Letjen S Parman. Sebagian pengendara nekat menerobos genangan, sementara yang lain memilih rute alternatif.

Ratusan Jiwa Mengungsi ke Posko dan Kerabat

Dari total warga terdampak, 206 jiwa harus mengungsi untuk menghindari dampak banjir yang menggenangi permukiman mereka. Mereka tersebar di beberapa lokasi pengungsian:

  • Perumahan Ningrat 1: 38 jiwa
  • Perumahan Cidayu: 46 jiwa
  • Perumahan BDI 2 dan 3: 122 jiwa

Meski demikian, sebagian warga yang mengungsi memilih untuk tinggal di rumah kerabat masing-masing.

Oce memastikan tim BPBD telah disiagakan untuk membantu evakuasi warga. “Tim kami pun disiagakan untuk membantu evakuasi warga yang mengungsi. Perahu karet juga disiagakan untuk membantu warga,” ujarnya.

Cuaca Ekstrem dan Drainase Buruk Jadi Penyebab

Menurut Oce, banjir yang menggenangi Kabupaten Indramayu disebabkan oleh kombinasi cuaca ekstrem dan buruknya saluran drainase. Untuk menanggulangi kondisi ini, BPBD bersama tim gabungan dari TNI, Polri, PMI, dan relawan telah melakukan sejumlah upaya.

“Kami pun telah melakukan sejumlah upaya penanggulangan banjir,” kata Oce. Upaya tersebut meliputi koordinasi dengan aparatur terkait, melakukan asesmen atau kajian cepat, serta mendirikan tenda atau posko pengungsi di tiga titik lokasi.

Selain itu, petugas dari Satpol PP Damkar diterjunkan untuk melakukan inspeksi bangunan liar yang diduga mengganggu drainase. “Dinas PUPR juga mengerahkan ekskavator untuk memperbaiki dan menormalisasi drainase,” tambah Oce.

Pada Kamis (29/1/2026), pantauan di lapangan menunjukkan hujan dengan intensitas sedang kembali mengguyur wilayah Kabupaten Indramayu. Sejumlah perumahan, seperti Cidayu, Ningrat 1, dan BDI 3, masih terlihat terendam banjir.