Sebuah video terbaru yang beredar luas di media sosial pada Kamis, 05 Maret 2026, menunjukkan bos dan karyawati Toko Dea Star Ponsel, Meulaboh, atau yang dikenal sebagai Dea Store Meulaboh, digelandang oleh petugas Wilayatul Hisbah (WH) atau Polisi Syariah Aceh. Insiden ini terjadi setelah sebelumnya viral video karyawati toko tersebut diarak warga.

Dalam rekaman yang kini menjadi perbincangan, seorang pria yang diduga kuat sebagai bos Dea Store, atasan dari karyawati berinisial Dea (20), terlihat berjalan digandeng oleh seorang petugas WH pria. Pria paruh baya itu mengenakan peci hitam, kaos putih, dan sarung, dengan langkah mantap digiring oleh aparat. Beberapa meter di belakang mereka, terlihat pula sang karyawati asal Medan yang mengenakan baju merah marun, pakaian yang sama persis saat dirinya diarak warga dalam video sebelumnya. Kini, perempuan itu berjalan dengan digandeng oleh seorang petugas WH wanita, dengan bagian bawah tubuhnya terlihat mengenakan sarung.

Keduanya diduga kuat sedang dibawa menuju kantor Wilayatul Hisbah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait insiden yang terjadi di Gampong Panggong, Kecamatan Johan Pahlawan, beberapa hari sebelumnya.

Video ini sontak menimbulkan kebingungan di kalangan warganet. Pasalnya, sebelumnya Ketua Pemuda Gampong Panggong, Kamarzan, telah mengeluarkan klarifikasi resmi. Kamarzan menyatakan bahwa masalah tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan pada hari yang sama dengan kejadian penggerebekan. Ia juga membantah tuduhan perbuatan mesum dan menyebutkan bahwa saat penggerebekan, terdapat lima orang di dalam toko, tiga di antaranya merupakan anggota keluarga.

Namun, bukti video terbaru ini mengindikasikan bahwa proses hukum tetap berjalan. Keberadaan petugas WH yang mengamankan kedua terduga menunjukkan bahwa aparat penegak syariat tidak tinggal diam dan tetap melakukan penyelidikan sesuai prosedur yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Wilayatul Hisbah Aceh Barat maupun dari perwakilan Toko Dea Star Ponsel terkait perkembangan terbaru ini. Publik pun masih menanti kejelasan status kedua terduga, apakah proses pemeriksaan ini merupakan kelanjutan dari laporan warga atau ada prosedur lain yang harus dijalani.

sumber gambar: gesit.id