Skuad Borneo FC menghadapi kendala tak terduga menjelang pertandingan penting melawan PSBS Biak dalam lanjutan pekan ke-27 BRI Super League 2025/26. Tim berjuluk Pesut Etam ini terpaksa tertahan di Surabaya setelah melakoni laga kontra Madura United, bukan langsung kembali ke markas mereka di Samarinda.
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, mengungkapkan bahwa keputusan untuk sementara waktu menetap di Surabaya diambil karena kesulitan mendapatkan tiket pesawat. “Ketersediaan tiket sangat terbatas, jadi kami memilih tetap berada di Surabaya untuk sementara waktu,” jelas Dandri.
Penundaan keberangkatan ini tentu mengganggu persiapan tim yang tengah berupaya mengejar posisi puncak klasemen. Borneo FC diketahui tengah bersaing ketat dengan Persib Bandung untuk memperebutkan takhta juara liga.
Setelah beberapa waktu menunggu, pihak manajemen akhirnya berhasil mengamankan jadwal keberangkatan. Nadeo Argawinata dan rekan-rekan setimnya dijadwalkan akan bertolak pada Kamis, 9 April 2026, dengan rute perjalanan yang tidak langsung.
“Puji syukur, kami sudah mengamankan tiket untuk tanggal 9. Perjalanan akan melalui Jakarta sebelum melanjutkan ke Samarinda,” tambah Dandri Dauri.
Meskipun menghadapi situasi yang tidak ideal dan harus berada jauh dari kandang, Borneo FC memastikan tidak akan mengendurkan persiapan mereka. Tim tetap fokus untuk menghadapi PSBS Biak dan mempertahankan performa terbaik di liga.
