Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menanggapi dengan santai polemik bonus sebesar Rp1 miliar yang disebut-sebut akan diberikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. Pemberian bonus ini, yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, sebelumnya memicu reaksi keras dari kelompok suporter Bobotoh.
Hodak menegaskan bahwa bonus bagi pemain dalam dunia sepak bola profesional adalah hal yang lumrah dan tidak perlu menjadi perbincangan berlebihan. “Bagus jika mendapatkan bonus, para pemain tentunya layak mendapatkan bonus,” ujar Bojan Hodak di Bandung, pada Selasa (28/4/2026).
Menurut pelatih asal Kroasia tersebut, para penggawa Maung Bandung memang layak menerima apresiasi tambahan. Hal ini mengingat perjuangan mereka yang gigih hingga menjelang berakhirnya kompetisi Super League musim 2025/2026. Saat ini, Persib Bandung masih berjuang keras untuk meraih gelar juara hattrick di bawah kepemimpinannya.
“Kami berada di peringkat pertama, benar kan? Anda bermain untuk bonus, begitulah sepak bola profesional,” tegas Hodak, menyoroti realitas insentif dalam olahraga profesional.
Sebelumnya, ketidakpuasan Bobotoh terhadap isu bonus ini terekam jelas dalam laga Persib Bandung melawan Arema FC pada Jumat (24/4/2026) malam di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Para suporter membentangkan spanduk bertuliskan ‘SHUT UP KDM’ yang secara spesifik ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai bentuk protes atas pernyataan terkait bonus tersebut.
