Komedian Boiyen secara blak-blakan mengungkapkan kisah pahit rumah tangganya yang hanya bertahan dalam hitungan minggu. Pernikahan yang ia gelar pada November 2025 bersama Rully Anggi Akbar harus kandas setelah sang suami menghilang tanpa jejak.

Jauh sebelum mengucap janji suci, Boiyen mengaku sempat mengendus adanya keganjilan. Ia menerima sejumlah pesan singkat dari orang tak dikenal yang mengisyaratkan masalah.

Firasat dan Peringatan Sebelum Menikah

“Pas foto prewedding sih banyak beberapa orang yang nge-DM aku sama WA ke manajerku, urusannya sama dengan yang lagi ramai juga,” ungkap Boiyen, menceritakan sinyal peringatan yang ia terima.

Meski demikian, Boiyen tetap memantapkan hati untuk melangkah ke pelaminan. Namun, keberanian tersebut justru berbuah pahit. Pernikahannya tercatat hanya berjalan harmonis selama tiga minggu sebelum Rully Anggi Akbar menghilang.

“Pernikahan cuma tiga minggu, ke sananya sudah enggak ada kabar lagi. Awalnya aku pikir ini cobaan rumah tangga, tapi lama-lama enggak ada komunikasi sama sekali,” tutur Boiyen, menggambarkan kekecewaannya.

Ia menjelaskan bahwa suaminya sempat memutuskan untuk pulang ke Yogyakarta. Namun, setelah itu, Rully tidak pernah kembali atau memberikan kepastian mengenai kelanjutan rumah tangga mereka.

Klarifikasi Sepihak dan Beban Tanggung Jawab

Keadaan semakin memburuk ketika Boiyen justru mendapati sang suami mendadak muncul di publik untuk memberikan klarifikasi sepihak. Klarifikasi tersebut dinilai tidak sesuai dengan kenyataan yang ia alami.

“Sekalinya ada kabar malah klarifikasi dia bilang baik-baik saja, padahal dia tidak balik ke rumah 1,5 bulan,” beber Boiyen dengan nada kecewa.

Nama besar Boiyen di industri hiburan juga ikut terseret oleh pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh ulah Rully di masa lalu. Ia mengaku sangat memahami mengapa banyak orang akhirnya menagih tanggung jawab melalui dirinya sebagai figur publik.

“Aku juga ngertiin sih, namanya orang nuntut haknya kadang ya wajar nyarinya ke aku, karena aku yang sering nongol di TV sebagai istrinya,” tutur Boiyen.

Tanggung Biaya Pernikahan Sendiri

Fakta mengejutkan lainnya terungkap bahwa seluruh biaya prosesi pernikahan hingga cincin kawin ternyata bersumber dari kantong pribadi Boiyen sendiri. Hingga saat ini, ia tetap menyimpan cincin tersebut karena merasa benda itu merupakan hasil kerja kerasnya dan bukan pemberian suami.

“Udah enggak apa-apalah (enggak diganti), nanti juga dapat rezeki lagi,” pungkas Boiyen, yang kini memilih untuk mengikhlaskan segala masa lalu pahitnya. Ia kini berusaha untuk tetap tegar dan fokus melanjutkan hidup, meski rumah tangganya kandas dalam waktu yang sangat singkat.