Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di 32 daerah di Jawa Tengah pada Rabu, 25 Maret 2026. Selain itu, warga juga diimbau mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter dan banjir rob yang diperkirakan melanda perairan Jawa Tengah.
Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung yang dapat terjadi akibat kondisi cuaca tersebut.
Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
Pada pagi hari, sebagian besar wilayah Jawa Tengah diprediksi berawan dengan hujan ringan mengguyur sejumlah daerah di Pantura bagian timur. Namun, memasuki siang, sore, hingga awal malam, hujan ringan hingga sedang berpeluang mengguyur secara merata.
Lebih lanjut, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi terjadi di 32 daerah di Jawa Tengah. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Arif N, menegaskan pentingnya kewaspadaan.
“Waspadai bencana hidrometeorologi sebagai dampak cuaca ekstrem yang cukup merata di 32 daerah di Jawa Tengah,” ujar Arif N pada Rabu (25/3).
Daerah-daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem tersebut meliputi Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Salatiga, Semarang, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.
Sementara itu, daerah lainnya di Jawa Tengah diperkirakan diguyur hujan ringan hingga sedang. Angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam. Suhu udara berkisar antara 18-32 derajat celcius, dengan kelembaban udara antara 60-95 persen.
Ancaman Gelombang Tinggi dan Banjir Rob
Potensi gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah. Kondisi ini dinilai cukup berisiko bagi aktivitas pelayaran.
Selain itu, air laut pasang atau rob juga diperkirakan kembali meningkat dan mengakibatkan banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah. Daerah yang berpotensi terdampak rob antara lain Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Usman Effendi, secara khusus mengingatkan.
“Waspadai gelombang tinggi di perairan selatan dan sejumlah kawasan di perairan utara seperti Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak dan Jepara,” kata Usman Effendi.
Menurut Usman Effendi, banjir rob di perairan utara Jawa Tengah diperkirakan berlangsung pada pukul 14.00-17.00 WIB dengan ketinggian maksimum 0,9 meter. Dampak banjir rob ini dapat mengganggu berbagai aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat, dan petani garam.
