Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () pada Jumat, 20 Februari 2026, mengeluarkan maritim terbaru yang mencakup tiga pelabuhan strategis di wilayah Papua. Prakiraan ini penting untuk memastikan keselamatan pelayaran dan kelancaran aktivitas logistik di Pelabuhan Sorong, Merauke, dan Jayapura, mengingat potensi perubahan kondisi cuaca yang dapat memengaruhi operasional.

Menurut data BMKG, kondisi cuaca di sekitar Pelabuhan Sorong, Papua Barat Daya, diperkirakan akan didominasi oleh hujan ringan hingga sedang. Angin bertiup dari arah Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 15 knot. Tinggi gelombang di perairan Sorong diprediksi berada pada kategori rendah, yakni antara 0.5 hingga 1.25 meter.

Sementara itu, untuk wilayah Pelabuhan Merauke di Papua Selatan, BMKG memprakirakan cuaca cerah berawan dengan potensi hujan ringan lokal. Angin di perairan Merauke akan bertiup dari arah Timur Laut dengan kecepatan serupa, 5 hingga 15 knot. Tinggi gelombang laut di area ini juga diperkirakan rendah, berkisar 0.5 hingga 1.25 meter.

Di sisi lain, Pelabuhan Jayapura, ibu kota Provinsi Papua, diprediksi akan mengalami cuaca berawan dengan kemungkinan hujan ringan. Angin di perairan Jayapura bertiup dari arah Utara hingga Timur Laut dengan kecepatan 5 hingga 15 knot, dan tinggi gelombang diperkirakan rendah, antara 0.5 hingga 1.25 meter. Meskipun demikian, BMKG tetap mengingatkan adanya potensi peningkatan tinggi gelombang di laut lepas atau perairan yang lebih jauh dari pantai.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Sorong, Nurhadi, dalam keterangannya mengimbau seluruh pihak terkait untuk selalu waspada. “Kami mengimbau para nakhoda kapal dan seluruh pihak terkait di sektor maritim untuk selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca dari BMKG sebelum berlayar dan selama beraktivitas di laut,” ujarnya. Nurhadi menambahkan bahwa kewaspadaan sangat diperlukan untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang bisa terjadi kapan saja, demi menghindari insiden yang tidak diinginkan.

Prakiraan cuaca maritim ini berlaku selama 24 jam ke depan sejak diterbitkan. BMKG akan terus memantau perkembangan kondisi atmosfer dan laut untuk memberikan informasi terkini guna mendukung keselamatan dan kelancaran transportasi laut di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di Papua.